Ini Perubahan Jam Pelayanan Perbankan

Perbankan telah melakukan perubahan pelayanan dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19

Ini Perubahan Jam Pelayanan Perbankan
POS KUPANG/Yeni Rahmawati
Kantor Bank Indonesia 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bukan hanya Bank Indonesia, perbankan juga sudah melakukan penyesuaian jam pelayanan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi penyebaran Covid-19.

Bank Mandiri Taspen, dalam pengumuman yang dikeluarkan Direksi disebutkan, terhitung mulai 23 Maret 2020 waktu layanan kantor cabagn diubah menjadi pukul 09.0-14.30 waktu setempat. "Nasabah dihimbau untuk menggunakan ATM atau mantap mobile.

Untuk Bank Bukopin, jam pelayanan kantor cabang utama dan kantor cabang pembantu waktu operasional mulai pukul 08.00-15.00, kantor kas mulai pukul 08.00 hingga 14.30. Nasabah dihimbau untuk memanfaatkan e-channel untuk kemudahan dan keamanan bertransaksi.

Untuk Bank Mas ada perubahan waktu pelayanan mulai 17-27 Maret 2020 yakni jam kas cabang mulai 08.00-14.30, jam kas capem 08.00-14.00 dan jam kantor 08.00-16.00.

Bank CIMB, jam layanan mulai 23 Maret pukul 09.00-15.00. Demikian pula dengan Panin Bank mulai 23 Maret, jam operasional 08.00 hingga 14.30 waktu setempat. Penyesuaian operasional ini berlaku sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Untuk kenyamanan, nasabah tetap dapat bertransaksi melalui MobilePanin, InternetPanin, BisnisPanin dan ATMPanin.

Untuk BRI, mulai 23 Maret juga ada perubahan yakni jam kas layanan mulai 09.00-14.00 waktu setempat dan jam layanan nasabah mulai 09.00-15.00 waktu setempat.

Komitmen Pelayanan Terjaga

Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk memastikan terjaganya stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, terselenggaranya layanan sistem pembayaran yang aman, lancar, andal, dan efisien, serta memastikan ketersediaan uang Rupiah di masyarakat.

Tugas dan layanan publik BI yang akan tetap berjalan normal yaitu BI Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), transaksi operasi moneter Rupiah dan valas yang didukung sistem Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) dan Bank Indonesia Electronic Trading Platform (BI-ETP), layanan penarikan dan penyetoran uang Rupiah dari perbankan/PJPUR (Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah), serta layanan transaksi keuangan Pemerintah.

Dalam siaran pers yang diterima dari Departemen Komunikasi BI melalui BI Kantor Perwakilan Provinsi NTT, Minggu (22/3), disebutkan BI akan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan perkembangan-perkembangan yang terjadi terkait penyebaran COVID-19, serta akan mengumumkan apabila terjadi penyesuaian dalam kegiatan dan jadwal operasional serta layanan publik.

BI telah menerapkan dan terus memperkuat langkah-langkah penguatan aspek Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3) baik dari sisi pegawai BI, maupun masyarakat/para pihak yang berinteraksi dengan BI serta menerapkan himbauan Pemerintah untuk menjaga jarak interaksi sosial (social distancing).

Pegawai yang melaksanakan tugas kritikal dan memberikan layanan kritikal telah bekerja dari beberapa lokasi yang tersebar (split operations). Sebagian besar pegawai lainnya saat ini bekerja dari rumah (work from home). BI juga meningkatkan pembersihan dan kebersihan di semua lokasi kerja termasuk area-area publik perkantoran BI.

Selain itu, dalam rangka menjaga dan menjalankan keberlangsungan tugas dan layanan publik yang mengedepankan keamanan dan keselamatan masyarakat, BI terus melakukan koordinasi dan sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kolektif untuk melakukan pemantauan, asessmen, pencegahan dan mitigasi implikasi penyebaran Covid-19. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved