Corona Virus di NTT

Rentan Virus Corona, 8 PMI Non Prosedural NTT Dideportasi Imigrasi Malaysia, Seorang asal Sikka  

Ditengah kegelisahan warga Propinsi NTT terhadap bahaya wabah virus corona (Covid-19), delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non

Rentan Virus Corona, 8 PMI Non Prosedural NTT Dideportasi Imigrasi Malaysia, Seorang asal Sikka  
PK/Ius
Direktur PADMA Indonesia, Geby Sola. 

POS-KUPANG.COM,  MAUMERE---Ditengah  kegelisahan warga Propinsi NTT terhadap bahaya  wabah virus  corona  (Covid-19),  delapan Pekerja Migran Indonesia  (PMI) non  prosedural atau ilegal dideportasi  dari  Imigrasi Johor Bahru Malaysia.  Seorang dari  kedelapan PMI itu  berasal  dari  Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores.

Direktur    PADMA  Indonesia,  Geby Sola,  kepada   POS-KUPANG.COM, Selasa  (24/3/2020)  menjelaskan, Brapaks dari KJRI Johor Bahru, Senin  malam, menyebutkan tanggal 24 dan 25 Maret 2020  dipulangkan  114  orang menggunakan  angkutan laut.

Profil 6 Pemain Persib Bandung yang Tak Tergantikan Sepanjang Liga 1 2020, Pilar Asing ?

“Tanggal  24 Maret 2020 sebanyak 81 orang dan  25 Maret 2020 sebanyak 33 orang.   Dari 81 orang  dipulangkan  24 Maret, yang berasal dari NTT enam orang   yakni Kabupaten Malaka (2) orang, TTS (3 ) dan  Sikka  (1) orang,” kata  Geby Sola.

Sedangkan  pemulangan,   25 Maret 2020 sebanyak  33  orang, yang berasal dari NTT sebanyak dua  orang yakni  Belu dan   Nagekeo.

10 Botol Hand Sanitizer Digasak Pencuri dari RSUD Maumere

Pemulangan oleh Depot Imigrasi  karena pelanggaran Imigrasi, sehingga pemulangan tersebut rutin seperti selama ini. Tahun   2020 dilakukan sejak bulan Januari

Di  wilayah kerja KJRI Johor Bahru,  kata  Geby  Sola,  apabila ada kasus PMI  bermasalah yang ditampung di shelter perwakilan RI akan  dikirim kepada BP3TKI Tanjung Pinang melalui P4TKI Batam. Selanjutnya diatur ke daerah masing-masing, kecuali jenazah pekerja migran sesuai alamat di Indonesia. 

Sedangkan deportasi dari Depot Imigrasi  dikirim kepada pihak Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Kemensos di daerah tersebut.

“Ini  pintu  barat, belum lagi dari pintu timur  lewat Nunukan.   Malaysia tidak mau urus orang Indonesia di sana  maka  dipulangkan karena rentan kena virus corona,” kata   Geby  Sola. (laporan  wartawan  POS-KUPANG.COM, eginius   mo’a).


BalasBalas ke semuaTeruskan

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved