Virus Corona

Corona Kian Masif, Politisi PKS Minta Jokowi Pertimbangkan Opsi Lockdown, Ini Data Sebaran Terbaru

Corona Kian Masif, Politisi PKS Minta Jokowi Pertimbangkan Opsi Lockdown, Ini Data Sebaran Terbaru

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019). 

Corona Kian Masif, Politisi PKS Minta Jokowi Pertimbangkan Opsi Lockdown, Ini Data Sebaran Terbaru

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Corona Kian Masif, Politisi PKS Minta Jokowi Pertimbangkan Opsi Lockdown, Ini Data Sebaran Terbaru

Wacana lockdown kian menguat seiring dengan makin meluasnya penyebaran virus corona.

Data terbaru menyebutkan virus corona atau  covid-19 kina sudah menyebar ke 24 provinsi di Indonesia.

Karea alasan iti, Anggota DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mempertimbangkan opsi Lockdown ketimbang rapid test dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Batuk? Jangan Panik Dulu! Ini Beda Batuk Biasa dan Batuk karena virus Corona

Lockdown merupakan solusi terbaik mencegah meluasnya penyebaran virus corona.

Data terbaru yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanggulangan Virus Corona, Achmd Yurianto, penyebaran virus corona kini telah meluas mencapai 24 provinsi dengan temuan kasus perdana seperti dijumpai di Provinsi NTB. 

Mardani menilai menilai opsi rapid test tidak efektif melihat femomena statistik yang terus berkembang.

"Saya mendesak pemerintah menggunakan opsi Lockdown untuk mencegah korban yang semakin banyak. Rapid test tidak efektif melihat statistik yang berkembang saat ini," kata Mardani melaui keterangannya, Rabu (25/3/2020).

Rocky Gerung Sindir Presiden Jokowi Tak Kunjung Lakukan Lockdown, Ungkap Potensi Gagal Atasi Corona

Selain itu, Mardani melihat kurangnya kesadaran physical distancing dari masyarakat karena minimnya sosialisasi dan komunikasi yang tidak baik.

"Pemerintah seharusnya lihat ke lapangan langsung, kesadaran physical distancing yang diimbau kurang direspon oleh masyarakat dan masih banyak yang menyepelekan virus Covid-19," ucap anggota Komisi II DPR RI ini.

Halaman
1234
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved