Berjuang Sembuhkan Pasien Virus Corona, Tenaga Medis Ini Mala Diusir dari Kos, Sampai Nginap di RS

Berjuang Sembuhkan Pasien Virus Corona, Tenaga Medis Ini Mala Diusir dari Kos, Sampai Nginap di RS

Editor: Alfred Dama
(Kompas.com/SLAMET WIDODO)
Perawat dengan pakaian khusus, merawat satu orang pasien yang diisolasi di RSUD Dokter Iskak Tulungagung Jawa Timur (14/03/2020) 

Berjibaku Sembuhkan Pasien Virus Corona, Tenaga Medis Ini Mala Diusir dari Kos

POS KUPANG.COM -- Tak Dipungkiri lagi bahwa tenaga medis bagi dokter maupun perawat saat ini menjadi garda terdepat perang  melawan virus corona

Namun ketakutan warga pada virus corona membuat sekelompok warga tega menolak kehadiran tenaga medis di lingkungan mereka

Para staf medis, termasuk perawat dan dokter RSUP Persahabatan sempat mendapat perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitarnya di tengah pandemi Covid-19.

Mereka sempat diusir tetangga di sebuah indekos dekat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur.

Ada yang memilih menginap sementara waktu di rumah sakit karena tak punya tempat pulang. Namun, mereka yang mendapat perlakuan diskriminatif kini bisa bernapas lega.

Selepas tiga hari menginap di rumah sakit, mereka kini memeroleh tempat baru.

Sejumlah dokter spesialis di RSUP Persahabatan Jakarta Timur membantu menurunkan pasien dari dalam mobil ambulan RSCM Jakarta, Rabu (4/3/2020).
Sejumlah dokter spesialis di RSUP Persahabatan Jakarta Timur membantu menurunkan pasien dari dalam mobil ambulan RSCM Jakarta, Rabu (4/3/2020). ((ANTARA/Andi Firdaus) via Kompas.com)

"Memang saat itu ada yang diminta keluar dari kost-nya. Pagi ini saya sudah dapat informasi valid bahwa mereka sudah dicarikan tempat oleh direktur rumah sakit," jelas Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah kepada Kompas.com, Rabu (25/3/2020).

"Karena mereka 3 hari sudah menginap di rumah sakit," ia menambahkan.

Di samping itu, Harif berujar bahwa RSUP Persahabatan turut memfasilitasi mereka dengan tunjangan akomodasi di tempat barunya.

Jakarta Korban Virus Corona Tertinggi,DPRD DKI Segera Pilih Wakil Gubernur Pendamping Anies,27 Maret

Kisah Tenaga Medis yang Bertugas di Ruang Isolasi Corona, Pertaruhkan Nyawa Meski Dilarang Keluarga

Bukan Corona, Ibunda Presiden Joko Widodo Meninggal Karena Penyakit ini, Sudah 4 Tahun Dirawat

"Pagi ini sudah dapat informasi, selama masa wabah ini ada pula fasilitas antar-jemput untuk mereka," kata dia.

Harif memastikan bahwa insiden itu hanya terjadi pada sejumlah perawat dan dokter yang sebelumnya tinggal di sekitar RSUP Persahabatan.

Ia tak mendapatkan laporan ada peristiwa sejenis bagi perawat dan dokter dari rumah sakit lain yang juga turut menangani Covid-19.

"Hanya (perawat dan dokter) di rumah sakit satu itu saja, Rumah Sakit Persahabatan. Saya kira ini hanya penyimpangan saja, kecil," tutup Harif.

Sebelumnya, informasi pengusiran perawat dan dokter RSUP Persahabatan pertama kali disampaikan oleh Harif pada sebuah gelar wicara di Kompas TV beberapa hari lalu.

Informasi tersebut kemudian diunggah oleh jurnalis Kompas TV Sofie Syarief dalam akun Twitter pribadinya, @sofiesyarief.

"Tadi Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Pak Harif Fadhillah bilang perawat (dan sejumlah dokter) mulai jadi sasaran stigmatisasi warga. Beberapa cerita masuk soal upaya pengusiran oleh tetangga karena dianggap jadi pembawa virus. Bahkan anak-anaknya jadi sasaran," bunyi cuitan Sofie yang mendulang simpati warganet. 

Dokter dan Perawat Dapat Stigma Negatif di Masyarakat karena Rawat Pasien Covid-19 

Apresiasi terhadap para tenaga medis yang berjuang merawat pasien Covid-19 di Indonesia terus disuarakan netizen di media sosial.

Namun, di dunia nyata, para tenaga medis rupanya mendapat stigma negatif oleh masyarakat sekitar.

Alasannya, mereka dikhawatirkan membawa virus Corona. Kisah tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Informasi tersebut salah satunya diunggah oleh jurnalis Kompas TV Sofie Syarief dalam akun Twitter pribadinya, @sofiesyarief.

"Tadi Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Pak Harif Fadhillah bilang perawat (dan sejumlah dokter) mulai jadi sasaran stigmatisasi warga. Beberapa cerita masuk soal upaya pengusiran oleh tetangga karena dianggap jadi pembawa virus. Bahkan anak-anaknya jadi sasaran," bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Unggahan @sofiesyarief pun menuai komentar beragam dari warganet.

Ada sejumlah warganet yang bekerja sebagai perawat dan dokter juga menceritakan pengalamannya mendapat stigma negatif masyarakat.

Kompas.com telah mencoba menghubungi Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadhilah untuk mendapatkan konfirmasi informasi itu.

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona (Via Kompas.com (Shutterstock))

Kendati demikian, hingga kini belum mendapatkan respons dari yang bersangkutan. 

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih membenarkan informasi adanya dokter yang mendapatkan stigma negatif masyarakat karena merawat pasien terinfeksi virus Corona.

"Iya saya dapat laporan seperti itu (tenaga medis mendapat stigma negatif dari masyarakat), rupanya masyarakat takut petugas kesehatan tertular," kata Daeng saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3/2020).

Daeng meminta masyarakat tak khawatir tertular virus Corona karena tenaga medis telah dilengkapi alat pelindung diri (APD) selama merawat pasien covid-19.

Menurut Daeng, dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dan tenaga medis untuk meyakinkan masyarakat tentang prosedur keselamatan dokter atau perawat selama merawat pasien covid-19.

"Pemerintah harus meyakinkan masyarakat bahwa petugas kesehatan sudah dilindungi APD dengan benar dan berstandar sehingga masyarakat tidak was-was," ungkap Daeng.

Hingga Selasa sore, total ada 686 kasus Covid-19 di Indonesia Pemerintah menyatakan bahwa kasus Covid-19 kini sudah menyebar di 24 provinsi.

Total ada 30 pasien yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang. Selain itu, ada 55 pasien yang meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dokter dan Perawat Dapat Stigma Negatif di Masyarakat karena Rawat Pasien Covid-19", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/03/25/06100041/dokter-dan-perawat-dapat-stigma-negatif-di-masyarakat-karena-rawat-pasien?page=all#page3.

dan "Rawat Pasien Covid-19, Tenaga Medis Diusir dari Kos hingga Harus Menginap", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/03/25/14090911/rawat-pasien-covid-19-tenaga-medis-diusir-dari-kos-hingga-harus-menginap?page=all#page3.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved