Virus Corona

4 Provinsi Ini Bakal Terima Dampak Buruk Virus Corona, Bocoran dari Presiden Jokowi, Bagaimana NTT?

Jokowi Bocorkan 4 Provinsi Bakal Terima Dampak Buruk Virus Corona, Bukan Jakarta, 2 di Kalimantan

KOMPAS.com/ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
4 Provinsi Ini Bakal Terima Dampak Buruk Virus Corona, Bocoran dari Presiden Jokowi, Bagaimana NTT? 

"Oleh sebab itu kita tidak memilih jalan itu."

Hingga kini, Jokowi mengaku sudah memiliki analisa soal negara yang menerapkan kebijakan lockdown akibat virus corona.

Ia menilai, kebijakan paling tepat untuk diterapkan di Indonesia yakni jaga jarak dengan orang lain atau physical distance.

"Dan itu sudah saya pelajari, saya memiliki analisa-analisa sewaktu ini dan semua negara ada semuanya kebijakan mereka apa.

Mereka melakukan apa, kemudian hasilnya seperti apa, semuanya dari Kementerian Luar Negeri," kata Jokowi.

"Terus kita pantau setiap hari sehingga negara kita memang yang paling pas adalah physical distancing."

Jokowi meyakini, phisical distancing adalah cara paling tepat untuk mencegah penyebaran virus corona dengan nama lain Covid-19 itu.

"Menjaga jarak aman, itu yang paling penting," ujar Jokowi.

"Kalau itu bisa kita lakukan saya yakin bahwa kita akan bisa mencegah penyebaran Covid-19 ini."

Karena itu, mantan wali kota Solo itu mengajak semua masyarakat Indonesia untuk disiplin menjaga jarak dari orang lain.

Bahkan, Jokowi turut menyinggung warga yang diisolasi namun tetap melakukan kegiatan di luar rumah.

"Tetapi dibutuhkan sebuah kedisiplinan yang kuat, membutuhkan ketegasan yang kuat," imbuh Jokowi.

"Jangan sampai yang sudah diisolasi, saya membaca sebuah berita sudah diisolasi masih membantu tetangganya yang mau hajatan."

"Ada yang sudah diisolasi masih beli handphone dan belanja di pasar. Saya kira kedisplinan untuk diisolasi itu yang paling penting."

UPDATE CORONA NTT - 1 PDP Corona Labuan Bajo Meninggal, Jumlah ODP Capai 130 Orang Seluruh NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - UPDATE CORONA NTT - 1 PDP Corona Labuan Bajo Meninggal, Jumlah ODP Capai 130 Orang Seluruh NTT

Satu warga berinisial S yang dirujuk dari RSU dr Ben Mboi Ruteng, Manggarai ke RSUD Komodo Labuan Bajo pada Selasa (24/3/2020) malam dikabarkan meninggal dunia.

S yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ini dirujuk ke RSUD Komodo Labuan Bajo karena rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit rujukan yang ditunjuk pemerintah untuk menangani virus Corona (Covid-19).

Plh Sekda Manggarai Barat, Ismail Surdi dikonfirmasi per telepon Rabu (25/3/2020) pagi membenarkan.

"Iya, kita sedang rapat, kalau jelaskan sepotong-sepotong tidak enak," katanya diujung telepon genggamnya.

Sementara itu, pantauan POS-KUPANG.COM di RSUD Komodo Labuan Bajo tampak situasi cukup lengang.

Pihak keamanan rumah sakit tidak meloloskan satu pengunjung untuk melakukan pemeriksaan suhu badan menggunakan Thermo Gun.

Terlihat juga aparat kepolisian berjaga di area rumah sakit.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 20 warga di Kabupaten Manggarai Barat berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 1 warga lainnya masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (ODP).

Sebelumnya pada Sabtu (21/3/2020) lalu, tercatat sebanyak 11 warga ODP dan 1 warga lainnya masuk kategori PDP.

Kendati demikian, hingga saat ini Kabupaten Manggarai Barat tidak ditemukan warga yang diduga kuar positif Corona atau Covid-19.

Demikian disampaikan disampaikan Plh Sekda Mabar, Ismail Surdi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (23/3/2020).

"Masih tetap di angka 21, sebanyak 20 ODP dan 1 PDP. Kalau PDP masih dalam pemantauan, sampai 14 hari dan akan kami sampaikan," katanya.

Diakuinya, warga yang berstatus ODP dan dikarantina di rumah terus dipantau perkembangannya.

"Kalau ODP menjalani di rumah masing-masing.
Karena macam-macam, ada juga karena bertemu dan tetap kita berjaga-jaga. Kami harapkan tidak ke hal negatif artinya positif (Covid-19)," ungkapnya.

Sementara itu, 1 warga berstatus PDP dirawat di ruang isolasi RSUD Komodo Labuan Bajo.

Pihaknya pun tidak merinci sebaran warga di Kabupaten Manggarai Barat yang berstatus ODP karena, lanjut Ismail, hal itu dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

"Saya tidak bisa sampaikan penyebarannya, karena memberikan rasa aman kepada masyarakat. Yang jelas ke 20 orang itu tetap di pantau tenaga kesehatan kami," tegasnya.

Ismail juga berharap media masa dapat berperan lebih aktif dalam mengsosialisasikan bagaimana mencegah penyebaran virus Corona.

Kepada masyarakat, pihaknya mengimbau untuk menerapkan pola hidup sehat dan menaati imbauan pemerintah terkait social distancing.

"Saat ini anak sekolah sedang diliburkan untuk isolasi diri. Tapi jangan berkumpul, untuk masyarakat tinggal melakukan kegiatan hidup sehat, cuci tangan," katanya.

"Virus ini kita tidak dapat lihat, sehingga kita harus rajin cuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain harus diterapkan," tambahnya.

Sementara itu, demi pencegahan dan antisipasi penyebaran virus, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat juga telah menginstruksikan untuk para ASN untuk bekerja di rumah.

"ASN juga akan kerja di rumah sesuai instruksi Gubernur NTT, akan berkerja di rumah demi meminimalisir penyebaran (Covid-19)," katanya. 

* UPDATE CORONA NTT - ODP Bertambah Jadi 130 Orang, Kota Kupang dan Sikka Terbanyak: Selamatkan Keluarga

Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di NTT terus bertambah setiap hari. Hingga saat ini jumlah ODP di NTT mencapai 130 orang.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius,M.Si Selasa (24/3/2020).

Menurut Marius, setiap hari ada penambahan ODP di NTT dan pada hari sebelumnya, masih 110 orang ,saat ini sudah naik ke angka 130 orang.

Dia menjelaskan, secara total pemantauan ada 151 orang namun ada 21 orang yang telah selesai masa pemantauan, sehingga ODP saat ini sebanyak 130 orang.

"Dari total 130 ODP sebanyak 21 orang telah selesai pemantauan. Sementara ada 10 orang yang dalam perawatan di ruang isolasi," kata Marius.

Dijelaskan, ada ODP yang menjalani isolasi mandiri di rumah, yakni sebanyak 120 orang.

"120 orang yang isolasi mandiri ini, kita minta supaya tetap menjaga diri, menjaga jarak. Jika anda menjaga diri dengan isolasi diri, maka anda sudah menyelamatkan diri anda, keluarga dan orang lain," katanya.

Dikatakan, ODP yang masih dalam perawatan sebanyak 10 orang itu masih menunggu hasil pemeriksaan laborarorium Litbang Kemenkes RI.

Marius terus mengimbau kepada masyarakat NTT yang bepergian keluar daerah terutama ke daerah yang terinfeksi Covid -19 dan ketika kembali ke NTT harus mengisolasikan diri selama 14 hari.

"Kalau tidak mengisolasi diri, maka yang bersangkutan membawa malapetaka bagi diri sendiri,keluarga dan orang lain. Kalau anda baru kembali dari luar daerah dan ikuti aturan pemerintah, maka anda menyelamatkan diri anda, keluarga dan sekitar 5 juta warga NTT," kata Marius.

Dikatakan, Pemerintah NTT terus mengimbau kepada seluruh warga NTT yang baru pulang melakukan perjalanan keluar daerah, terutama dari daerah terinfeksi Covid -19 agar mengisiolasi diri.

"Saya minta bagi mereka yang baru pulang itu tidak ke tempat umum, seperti pasar, gereja atau tempat keramaian lainnya Kita harus lakukan social distancing dan juga physical distancing," ujarnya.

Rincian Data ODP di NTT

Kota Kupang : 29 orang

Lembata : 2 orang

Manggarai Barat :21 orang

Kabupaten Kupang : 4 orang

Sikka : 18 orang

TTS : 5 orang

Matim : 1 orang

Flotim : 2 orang

Malaka : 1 orang

Alor : 1 orang

Sumtim: 11 orang

Belu : 10 orang

SBD : 10 orang

Ende : 5 orang

Manggarai : 6 orang

Rote Ndao : 4 orang

Total : 130 orang 

* Tutup Objek Wisata dan Hotel

Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait upaya pencegahan Covid-19.

Rakor digelar di Aula Bapelitbang Kabupaten Ngada Kota Bajawa, Sabtu (21/3).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Daerah Ngada menyepakati keputusan untuk menutup semua objek wisata baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Penutupan ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona di Ngada.

Selain menutup semua objek wisata, akses pintu masuk ke Ngada baik dari udara, laut dan darat pada wilayah perbatasan akan dilakukan pengawasan secara ketat.

Selain menutup objek wisata dan pengawasan pada jalur masuk menuju Kabupaten Ngada, Pemkab juga mengambil kebijakan untuk setiap perkantoran, hotel/wisma/homestay/penginapan untuk tidak menerima tamu dari luar wilayah Ngada selama 14 hari ke depan.

* Tingkat Hunian Hotel di Kota Kupang menurun 50 persen

Ancaman wabah virus corona Covid-19 membawa dampak yang sangat signifikan. Salah satunya perhotelan dan restoran yang ada si Kota Kupang, NTT.

Dampak dari adanya virus ini di Indonesia hotel di daeran pun menjadi sepi. New Sasando International Hotel jadi sepi. Karena smua kegiatan baik itu pemerintahan maupun swasta di tiadakan dalam beberapa bulan kedepan dan semua ini sudah dijalankan sesuai dengan imbauan dari Gubernur NTT.

 APD Corona Covid-19 di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Menipis

Sales and Marketing Manager, Dicky Rando, kepada POS-KUPANG.COM, di Kupang, Senin (23/3/2020), berharap ditiadakan kegiatan/pertemuan d hotel hotel ini guna untuk menghindar terjadi penyebaran virus corona menjadi luas khususnya di Kota Kupang.

"Dan sampai saat ini tingkat hunian/occupancy hotel sangat menurun," tuturnya.

Ia mengatakan ke depan hotel hanya mengkondisikan karyawan dengan diliburkan beberapa staf ke depan.

 Suasana Anggota Polsek Matawai La Pawu Sumba Timur Imbau Warga Cegah Covid-19

"Dan ini juga bukan terjadi di perhotelan saja tetapi terjadi di semua instansi terkait," ujarnya.
Occupancy mengalami penurunan juga dialami Aston Kupang Hotel and Convention Center. 
Penurunan revenue kami hingga 50%. Untuk tingkat hunian rata-rata per hari sekitar 30%," sebut PR Officer, Viona Alamanda.

Kata Viona untuk tingkat kunjungan di outlet-outlet hotel juga mengalami penurunan hanya saja masih bisa terbantu dengan room service untuk tamu-tamu yang menginap di hotel dan promo delivery food baik melalui ojek online maupun promo free delivery yang sudah mulai berjalan sejak minggu lalu.

Hal senada disampaikan GM Sotis Hotel, Sari Sedhu.Tingkat hunian Sotis Hotel menurun 50%.

"Tapi kami optimis pemerintah melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu untuk masalah ini. Kami dengan tim di hotel tetap berusaha melakukan sterilisasi di area hotel untuk kenyamanan tamu," tuturnya.

Executive Secretary Hotel On the Rock, Kiky Berek mengatakan untuk dampak virus corona atau Covid-19 ini terhadap tingkat hunian di hotel sangatlah besar.

Karena bisa dipastikan tingkat hunian disetiap hotel hanya dapat mencapai sekitar 10 kamar per harinya atau bahkan ada yang dibawah dari itu. Tingkat hunian suatu hotel dipengaruhi oleh banyaknya pengunjung yang datang berlibur, perjalanan bisnis, disuatu daerah.

Oleh karena adanya serangan Covid-19 ini, katanya, sangatlah terasa sekali turunnya tingkat hunian diakhir bulan Maret ini, karena semua pengunjung lebih merasa nyaman dan aman jika diam di rumah. Begitu pula dengan konsumen yang hendak datang di restaurant, Sudah mulai sedikit pengunjung dan bahkan tidak ada sama sekali pengunjung.

"Walaupun demikian kami di hotel tetap mementingkan kebersihan area hotel dengan larutan desinfectan dan juga menerapkan prosedur tes suhu badan kesetiap staff dan tamu hotel, selalu menggunakan hand sanitizer untuk mencegah menyebaran virus corona Covid-19. Dan harapannya agar kedepannya keadaan ini jauh lebih baik," tukasnya.

Ass Front of Manager Sahid T-More Hotel, Decky Tena, mengakui tingkat hunian hotel sangatlah menuruh menurun. Namun Sahid T-more occupancynyq msh tertolong denagn crew airlines.

"Biasanya di kisaran 50-60%. Untuk saat ini occ 30% dengan total tamu yang mnginap di 40-an pax," katanya.

Kalau secara bulanan Sahid T-More Hotel masih si 65,75% (22 hari). 

IKUTI >> Update Virus Corona

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Jokowi Kalkulasikan Skenario Buruk Dampak Virus Corona dan Perkirakan Daerah yang Paling Parah, https://wow.tribunnews.com/2020/03/25/jokowi-kalkulasikan-skenario-buruk-dampak-virus-corona-dan-perkirakan-daerah-yang-paling-parah?page=all.

Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved