Corona Virus di NTT

Selain Terancam Corona, Lembata Juga Terancam Gagal Panen

merebaknya ancaman virus corona atau Covid-19, tahun ini Kabupaten Lembata juga terancam gagal panen akibat curah huj

Selain Terancam Corona, Lembata Juga Terancam Gagal Panen
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo

POS-KUPANG.COM-LEWOLEBA-Di tengah merebaknya ancaman virus corona atau Covid-19, tahun ini Kabupaten Lembata juga terancam gagal panen akibat curah hujan rendah dan terlambat. Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Lembata saat ini sedang melakukan pendataan dan dipastikan pada hari Jumat mendatang data akan dirilis. Namun, Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur diperkirakan terancam mengalami gagal panen akibat curah hujan rendah.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Mathias Beyeng mengungkapkan secara kasat mata memang bisa dinilai wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur gagal panen. Namun, sebagai institusi teknis pihaknya masih memerlukan data secara detail.

"Secara kasat mata kita bisa katakan gagal panen, tapi kita kan instansi teknis jadi ada tenaga ahli yang bisa katakan situasi ini gagal panen atau tidak," ungkap Mathias, Selasa (24/3/2020).

Dirinya mengungkapkan ada kategori-kategori teknis untuk menilai tanaman gagal panen seperti rusak berat, sedang, ringan, dan puso (gagal panen).

Polda NTT Akan Tindak Tegas Kerumunan Massa di Tempat Publik 

Mathias menuturkan kondisi tanaman rusak dan terancam gagal panen tidak menyebar di seluruh Kabupaten Lembata. Dia menyebutkan wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur memang dalam kondisi terancam gagal panen.

"Di hamparan Lohu, Bean dan Tobotani, tiga ini kemungkinan besar gagal panen," katanya.
Wilayah lain yang terancam juga tersebar di Lewoleba Timur (Kecamatan Nunatukan), di Desa Lamatuka, Baopana, Merdeka dan wilayah pesisir Kecamatan Lebatukan.

"Data ini kan berproses, masih ada tanaman yang terancam bisa tumbuh lagi. Data ini sudah detail dengan nama dan alamat. Sekitar hari Jumat kita sudah bisa rilis," tambahnya.

"Sementara dari provinsi ada bantu obat-obatan dan peralatan tani saat serangan hama kemarin. Provinsi juga minta kirim data untuk tanaman pengganti, misalnya tanaman pengganti jagung tapi curah hujan rendah jadi agak susah juga.

Ini tanam terlambat, biasanya bulan begini sudah panen tapi begini sudah tidak bisa lagi untuk tanaman pengganti," urainya.

Selanjutnya, terkait kondisi ini, Mathias tentu akan berkoordinasi dengan Bupati Lembata untuk diambil langkah konkret.

Dia menyebut sampai saat ini stok pangan yang bersumber dari APBD Kabupaten Lembata sebanyak 15 ton beras dan yang bersumber dari APBN sebanyak 100 ton beras.

"Jumlah ini bisa bertambah tergantung kondisi," pungkasnya.

Sementara itu, dalam rapat konsolidasi pembentukan gugus tugas Covid-19 di Kantor Bupati Lembata, Senin kemarin, Camat Ile Ape Stanislaus Kebesa sudah mengingatkan perihal ancaman gagal panen di wilayahnya.
Stanis menyebutkan 80 persen lahan sudah gagal panen dan tentu akan berdampak pada masyarakat yang sudah diimbau untuk tetap berada di rumah untuk mencegah Covid-19.

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved