News

Difasilitasi Dinas Transnaker Sumtim, 164 Kaum Milenial Dilatih Berwirausaha, Ini yang Dilatih!

Keterampilan yang dilatih berupa menjahit, las listrik, instalasi penerangan, bangunan, mekanik sepeda motor, maubel bambu dan komputer.

Difasilitasi Dinas Transnaker Sumtim, 164 Kaum Milenial Dilatih Berwirausaha, Ini yang Dilatih!
ilustrasi pos kupang
Siswa SMK diarahkan berwirausaha 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Robert Ropo

POS KUPANG, COM, WAINGAPU - Sebanyak 164 orang pencari kerja (pencaker) di Sumba Timur dilatih keterampilan untuk berwirausaha oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker) setempat.

Keterampilan yang dilatih berupa menjahit, las listrik, instalasi penerangan, bangunan, mekanik sepeda motor, maubel bambu dan komputer.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Sumba Timur, Nico Pandarangga, di ruang kerjanya, Kamis (19/3), menjelaskan, dari 164 pencari kerja yang rata-rata milenial, anak muda, diberikan pelatihan keterampilan melalui program peningkatan kualitas pencari kerja.

Nico menyebut dari 164 orang pencari kerja itu, antara lain untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan institusional sebanyak 64 orang. Dengan rincian untuk menjahit 32 orang, las listrik 16 orang dan instalasi penerangan 16 orang.

Sedangkan untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan non institusional sebanyak 100 orang. Dengan rincian menjahit 10 orang, komputer 10 orang, las listrik 40 orang, bangunan 10 orang, instalasi penerangan 10 orang, meubel bambu 10 orang dan mekanik sepeda motor 10 orang.

"Kalau untuk pelatihan institusional itu pelatihan di dalam kota saja, kalau non institusional itu di wilayah kecamatan-kecamatan. Sebenarnya banyak yang mengusulkan untuk mendapatkan pelatihan di saat musrenbang kecamatan tapi karena anggaran kita terbatas, ya kita sesuaikan dengan anggaran yang ada," terang Nico.

Dijelaskan Nico, pendidikan dan pelatihan itu diberikan khususnya bagi orang muda yang tamat SMP/SMA untuk dapat memiliki skill/keterampilan. Dengan demikian
melalui pelatihan ini mereka dapat mengembangkan diri dengan keterampilan yang ada.

"Dan terbukti banyak yang kita latih itu sudah mandiri, menghasilkan uang sendiri," ungkap Nico.

Nico mengatakan, terkait pelatihan ini juga pihaknya bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Malang mengirim satu orang warga untuk mengikuti pelatihan bengkel mobil dengan sistem komputerisasi. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan BLK Semarang dengan mengirim delapan orang penjahit untuk khursus menjahit yang lebih handal.

Saat ini, diakui Nico, pihaknya masih melatih secara konvesional, ke depan akan disesuaikan dengan perkembangan global sehingga pelatihan dilakukan berbasis digital dan soft skill.

Selain itu juga, sesuai peluang yang ada di Sumba Timur seperti bagian pariwisata dan lain sebagainya. *

Penulis: Robert Ropo
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved