News

Apes, Warga Makir Curhat Sedih ke Bupati Belu Sekitar 400 Hektar Sawah Gagal Tanam, Ini Penyebabnya

Sebanyak 400 hektare (ha) sawah di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, gagal tanam pada musim tanam pertama (MT-1) tahun 2020

Apes, Warga Makir Curhat Sedih ke Bupati Belu Sekitar 400 Hektar Sawah Gagal Tanam, Ini Penyebabnya
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, Willybrodus Lay melakukan kunjungan kerja ke Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas

POS KUPANG, COM, ATAMBUA - Sebanyak 400 hektare (ha) sawah di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, gagal tanam pada musim tanam pertama (MT-1) tahun 2020 karena kekurangan air.

Hal ini dilaporkan Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau, saat acara kunjungan kerja Bupati Belu, Willybrodus Lay di Desa Makir, Rabu (18/3).

Menurut Bonifasius, lahan sawah di Desa Makir seluas 450 hektare. Dari jumlah tersebut, yang berhasil ditanam tahun 2020 hanya 50 hektare, sedangkan 400 hektare gagal tanam. Kondisi ini terjadi lantaran pasokan air irigasi tidak mencukupi. Debit air berkurang akibat hujan tidak stabil tahun ini.

Terhadap kondisi tersebut, Kades Bonifasius meminta bantuan dari Pemerintah Kabupaten Belu bersama jajaran agar sama-sama memikirkan solusi yang terbaik untuk membantu petani.

Mendapat laporan tersebut, Bupati Belu, Willybrodus Lay mengungkapkan rasa sedih karena akibat alam yaitu hujan tidak menentu para petani gagal tanam. "Saya dengar laporan tadi bahwa dari 450 hektare sawah hanya 50 hektare yang tanam. Ini satu hal yang membuat saya sedih," ungkap Bupati Willy Lay.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bupati Willy Lay menugaskan Kepala Dinas Pertanian, Pekerjaan Umum, Dinas Sosial dan Camat Lamaknen untuk memantau lokasi. Tujuannya, sawah yang gagal tanam tersebut dapat dimanfaatkan dengan menanam tanaman lain yang cocok seperti kacang hijau.

Kepala Dinas Pertanian Belu, Geraldus Mbulu, pada kesempatan itu memberikan solusi bahwa lahan sawah yang tidak tergarap itu dapat dialihkan dengan menanam kacang hijau.

"Kita mengarahkan petani untuk menanam tananam yang dalam waktu dua sampai tiga bulan bisa mendapatkan hasil, salah satunya tanam kacang hijau," kata Geraldus. *

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved