Pandemi Corona

Artis Olga Kurylenko Terinfeksi Virus Corona, Kondisinya Membaik Setelah Konsumsi Obat Ini

Artis Olga Kurylenko Terinfeksi Virus Corona, Kondisinya Membaik Setelah Konsumsi Obat Ini

Grid.ID
Artis Olga Kurylenko Terinfeksi Virus Corona, Kondisinya Membaik Setelah Konsumsi Obat Ini 

Setidaknya ada tujuh dokter yang disebutkan telah gugur dalam perang melawan covid-19.

Istri pengusaha, Irwan Mussry ini menyebut para dokter ini sebagai pahlawan Covid-19.

"SELAMAT JALAN PAHLAWAN COVID 19

Telah gugur pahlawan kita, dalam perang melawan Covid-19.

dr. UM, Sp.P, (Medan).
dr. TD (Bandung).
dr. SH (Jakarta).
dr. DJ, Sp.B KBD (Bogor).
dr. AMP, Sp.THT (Bekasi).
dr. H, Sp.S (Jakarta).
dr Lp SpKJ (Jakarta)

Selamat jalan pahlawan, terimakasih atas pengorbanannya

Dalam waktu singkat dokter & suster berguguran dalam perjuangan mereka menyelamatkan pasien," tulis akun @maiaestiantyreal.

Lebih lanjut Maia juga menceritakan jika ada satu dokter yang meninggal merupakan dokter muda.

Dokter tersebut telah meninggalkan anak yang masih bayi.

"Banyak paramedis yang sudah terinfeksi Covid 19.

Salah satu dokter yang gugur masih muda & meninggalkan anak bayi.

Jika masyarakat umum saja bisa mudah tertular, bayangkan resiko yang dihadapi tim medis selama bertugas?

Mereka bersentuhan langsung dengan pasien tanpa perlindungan diri yang memadai."

Maia Estianty kabarkan berita duka, 7 dokter meninggal hadapi corona (Instagram @maiaestiantyreal)

Maia Estianty lanjutkan bagaimana kita masyarakat harus bijak dalam penanganan wabah virus corona di Indonesia.

Menurut Maia, bagi masyarakat yang di rumah tak perlu menimbun alat perlindungan diri.

Pasalnya, tim medis harus menyiapkan lebih dari 12 juta APD untuk seminggu kedepan.

"Itulah alasan kami memperjuangkan APD ( Alat Perlindungan Diri ) bagi tim medis. Mereka berjuang untuk kita bertaruh nyawa & beresiko menularkan keluarga nya.

Saat inipun kita sudah sangat kekurangan tim medis. Apa yang akan terjadi kalau tim medis terus berguguran? Siapa yang akan menyelamatkan pasien yang bertambah pesat?

Di situasi seperti ini kita harus bijak menentukan prioritas.

Bijak memakai persediaan yang ada.
Masyarakat umum pakai seperlunya, jangan berlebihan. Yang lagi “di rumah aja” tentunya tak membutuhkan pelindung apapun. Untuk yang masih bekerja, pemerintah sudah menjamin pasokan 12 juta masker minggu depan."

Sudah 3 hari kami & tim relawan mengirimkan APD untuk tim medis di RS Jakarta & Bekasi. Ada sarung tangan & masker. Kami masih berusaha mencari APD lainnya seperti baju hazmat, pelindung kepala, kaca mata dll.

Banyak sekali DM yang masuk ke tim kami, meminta bantuan. Kami berusaha sebisa nya membantu dalam keterbatasan ini. Untuk daerah di luar Jakarta & Bekasi masih kami pikirkan caranya

Terimakasih kepada teman2 yang sudah ikut berdonasi melalui akun kami di @kitabisacom .
Terimakasih buat tim relawan yang tiada lelah dari pagi sampai malam berkeliling RS mengantar sumbangan APD

Buat yang ingin ikut berdonasi APD untuk tim medis , bisa melalui akun kami di

Klik link bio di atas IG ku : kitabisacom/bantuviruscorona

Salam hormat dari kami semua untuk tim medis. ( Tulisan dari @wandaponika )

IDI Akui Kekurangan APD Medis

Alat Pelindung Diri (APD) petugas medis yang menangani pasien covid-19 atau virus corona disebut terbatas.

Hal ini yang membuat sejumlah tenaga medis jatuh sakit hingga ikut terpapar covid-19, bahkan berujung meninggal dunia. 

Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Muhammad Faqih.

“Ini sebenarnya biangnya APD kita terbatas, kasihan kawan-kawan (tenaga medis) itu,” ujar Daeng saat diihubungi Tribunnews melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2020).

Baca: BREAKING NEWS: Dua Dokter Asal Jabar Meninggal Dunia setelah Positif Covid-19

Keterbatasan APD disebut Daeng berakibat pada sejumlah tenaga medis.

“Jadi ada yang terinfeksi, ada yang koma, di ICU. APD yang jadi masalah,” ungkapnya.

Daeng Muhammad Faqih (WARTA KOTA/ALIJA BERLIAN FANI)
Daeng menyebut satu set APD terdiri dari baju, penutup mata, penutup kepala, masker, sarung tangan, dan sepatu.

"Itu satu set, semuanya langka itu," ujarnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah, yakni Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sudah kita koordinasi, tapi memang barangnya baru diupayakan ini,” ungkapnya.

Daeng pun berharap APD dapat segera didapatkan.

“Mudah-mudahan hari ini atau besok kawan-kawan Gugus Tugas BNPB sudah mendapatkan,” ujarnya.

(Tribunnews.com/Siti Nurjannah Wulandari/Wahyu Gilang P)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Maia Estianty Ikut Berduka, Kabarkan 7 Dokter Meninggal Hadapi Covid-19: Terima Kasih Pengorbanannya,

Dua Dokter Asal Jabar Meninggal Dunia setelah Positif Covid-19

Kabar duka datang dari dunia medis Indonesia. 

Dua dokter meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif virus corona.

Hal tersebut dibenarkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih.

"Iya betul itu, saya sudah konfirm ke kawan-kawan," ungkap Daeng saat dihubungi Tribunnews melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2020) malam. 

Daeng menyebut informasi yang ia dapatkan, kedua dokter yang meninggal itu berasal dari Jawa Barat. 

“Satu di Bogor, satu di Bekasi,” ujarnya.

Berdasar informasi yang diterima Daeng, kedua dokter meninggal setelah mendapat rujukan.

“Meninggalnya di RSPAD (Gatot Soebroto), satu di RS Persahabatan,” imbuhnya.

Baca: BREAKING NEWS Update Corona di Indonesia 21 Maret: 450 Positif Covid-19, 38 Meninggal, 20 Sembuh

Keduanya dipastikan terkena virus corona.

“Iya (positif Covid-19),” ujarnya.

Daeng menambahkan, kedua dokter tersebut meninggal setelah kedua tertular virus Corona dari pasien yang mereka rawat. 

Staf medis mengenakan pakaian pelindung berada di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Cremone, utara Italia, dalam video yang ditayangkan 5 Maret 2020. Italia saat ini menerapkan karantina dikarenakan merebaknya virus corona. ((REUTERS/LA7 PIAZZAPULITA))
Sementara itu terkait jumlah pasti tenaga medis yang terinfeksi covid-19, Daeng mengaku tidak memiliki data secara pasti.

Hal itu lantaran Kementerian Kesehatan (Kemkes) tidak memberikan data mengenai tenaga medis yang positif covid-19 kepada IDI.

“Kalau perawat (yang meninggal dunia) sudah diumumkan, jadi data tidak disampaikan oleh yang menghimpun data, yaitu Kemenkes,” ungkapnya.

Akibatnya, beragam informasi berbeda diterima Daeng.

“Beragam info yang saya terima, ada yang bilang 23 total tenaga medis yang terinfeksi, ada juga yang bilang 32,” ungkapnya.

Sementara itu untuk dokter yang meninggal karena covid-19, Daeng mengaku mendapat informasi ada 3 dokter.

Akan tetapi, Daeng menyebut pihaknya baru mengkonfirmasi 2 dokter.

“Ada 3 dokter meninggal, 1 perawat meninggal," ujar dia. 

“Cuma dari 3 dokter, 1 dokter belum terlacak, baru 2 yang terlacak,” ujarnya.

Dua dokter yang meninggal dunia disebut Daeng terjadi hari Jumat (20/3/2020) dan Sabtu (21/3/2020).

“Yang satu (dokter meninggal) kemarin, yang satu baru hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut baru mendengar informasi meninggalnya dua dokter karena terkena terinfeksi corona.

"Saya juga baru dengar," ungkap Yuri saat dihubungi Tribunnews melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2020) malam.

Sebelumnya, seorang perawat di Jawa Barat juga meninggal akibat terinfeksi virus Corona. 

Meninggalnya perawat karena terinfeksi Covid-19 itu dibenarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Senin, 16 Maret 2020 lalu saat konferensi pers di Command Center Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung

Dikutip dari Kompas.com, dari laporan yang ia terima, Ridwan Kamil mengatakan itu merupakan salah seorang warga Bekasi.

Ia positif Corona dan meninggal setelah merawat salah satu pasien terjangkit Covid-19 di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Sebelum meninggal, ia sempat masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) corona.

Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja, ia kemudian dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, kemudian meninggal dalam waktu kurang dari 24 jam masa perawatan.

"Laporan ke saya adalah perawat kesehatan. Dia meninggalnya di Jakarta. Tapi KTP-nya kami (Jawa Barat)," kata Emil, sapaan akrabnya. 

Kondisi itu menambah daftar pasien Covid-19 asal Jawa Barat yang meninggal dunia.

Update Kasus Covid-19 di Indonesia

Hingga hari ini, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. 

Sampai dengan Sabtu sore, jumlah kasus positif Corona bertambah menjadi 450 orang. 

Terdapat tambahan 81 kasus baru yang dilaporkan hari ini. 

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang sehingga total kasus adalah 450 orang," Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto dalam Jumpa Pers, Sabtu (21/3/2020) di kantor BNPB Jakarta.

Baca: Kasus Corona Mengalami Lonjakan di Thailand, Jumlah Kematian Tertinggi di Italia

Tak hanya itu, kasus kematian juga meningkat menjadi 38 orang.

Sebelumnya jumlah kasus kematian sebanyak 32 orang. 

Hal yang menggembirakan, kasus pasien sembuh juga bertambah menjadi 20 orang. 

Pada Jumat kemarin, Yurianto melaporkan terdapat 369 kasus positif Corona dengan 32 kasus kematian.

Peningkatan kasus positif karena adanya 60 kasus baru.

Adapun kasus pasien sembuh sebanyak 17 pasien.

Sebaran kasus Corona pada Kamis kemarin masih didominasi dari wilayah Jakarta dengan 215 kasus, 14 sembuh dan 18 meninggal.

Adapun pada Kamis kemarin, kasus positif Covid menyebar di setidaknya 17 provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur.

Kemudian, Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Lampung dan Riau.

* Daftar 3 Dokter dan 1 Perawat Meninggal Terinveksi Corona, Kenali Gejala dan Penyebaran Covid-19

Daftar 3 dokter dan 1 perawat meninggal karena Virus Corona, kenali gejalaa atau ciri-ciri dan penyebaran Covid-19.

Infeksi Virus Corona merenggut nyawa petugas medis di Tanah Air.

Kabar duka datang dari dunia medis Indonesia.

Sebanyak 2 dokter meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif virus corona.

Hal tersebut dikonfirmasi Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Daeng Muhammad Faqih.

"Iya betul itu, saya sudah konfirm ke kawan-kawan," kata Daeng Muhammad Faqih saat dihubungi Tribunnews melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2020) malam.

Awalnya, Daeng Muhammad Faqih menyebut hanya 2 dokter yang meninggal dunia.

Namun, data terbaru menunjukkan jika ada 3 yang meninggal dunia.

Daeng Muhammad Faqih menyebut informasi yang ia dapatkan, kedua dokter yang meninggal dunia itu berasal dari Jawa Barat.

“Satu di Bogor, satu di Bekasi,” ujarnya.

Berdasar informasi yang diterima Daeng Muhammad Faqih, dokter tersebut meninggal dunua setelah mendapat rujukan persabahatan.

“Meninggalnya di RSPAD ( RSPA Gatot Soebroto ), satu di RS Persahabatan,” katanya mengimbuh.

Mereka dipastikan positif terinfeksi Virus Corona.

“Iya (positif Covid-19),” ujarnya.

Daeng Muhammad Faqih menambahkan, dokter tersebut tertular Virus Corona dari pasien yang mereka rawat.

Dokter yang meninggal dunia adalah dr Adi Mirsa Putra asal Bekasi, Jawa Barat; dr Djoko Judodjoko asal Bogor, Jawa Barat; dan dr Hadio dari Bintaro, Jakarta.

Mereka meninggal dunia pada Jumat (20/3/2020) dan Sabtu (21/3/2020).

Sementara itu terkait jumlah pasti tenaga medis yang terinfeksi Covid-19, Daeng Muhammad Faqih mengaku tidak memiliki data secara pasti.

Hal itu lantaran Kementerian Kesehatan RI ( Kemenkes ) tidak memberikan data mengenai tenaga medis yang positif Covid-19 kepada IDI.

“Kalau perawat (yang meninggal dunia) sudah diumumkan, jadi data tidak disampaikan oleh yang menghimpun data, yaitu Kemenkes,” ungkapnya.

Akibatnya, beragam informasi berbeda diterima IDI.

“Beragam info yang saya terima, ada yang bilang 23 total tenaga medis yang terinfeksi, ada juga yang bilang 32,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut baru mendengar informasi meninggalnya dua dokter karena terkena terinfeksi corona.

"Saya juga baru dengar," kata Achmad Yurianto saat dihubungi Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Sabtu (21/3/2020) malam.

Sebelumnya, seorang perawat di Jawa Barat juga meninggal akibat terinfeksi virus Corona.

Meninggalnya perawat karena terinfeksi Covid-19 itu dibenarkan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Senin (16/3/2020) lalu saat konferensi pers di Command Center Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung

Dikutip dari Kompas.com, dari laporan yang ia terima, Ridwan Kamil mengatakan itu merupakan salah seorang warga Bekasi.

Ia positif terinfeksi Virus Corona dan meninggal setelah merawat salah satu pasien terjangkit Covid-19 di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Sebelum meninggal, ia sempat masuk kategori Pasien dalam Pengawasan (PdP).

Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja, ia kemudian dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, kemudian meninggal dalam waktu kurang dari 24 jam masa perawatan.

"Laporan ke saya adalah perawat kesehatan. Dia meninggalnya di Jakarta. Tapi KTP-nya kami (Jawa Barat)," kata Emil, sapaan akrabnya.

Kondisi itu menambah daftar pasien Covid-19 asal Jawa Barat yang meninggal dunia.

Sebaran Data Covid-19 di 17 Provinsi

Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien Covid-19 terus mengalami penambahan hingga Sabtu (21/3/2020) sore.

"Jumlah total pasien positif Covid-19 hingga hari ini sebanyak 450 orang," ujar Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB.

Berdasarkan data tersebut, ada penambahan 81 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Selain jumlah total pasien positif, dia juga mengungkapkan ada 38 pasien yang meninggal dunia dari data tersebut.

Angka ini bertambah 6 pasien meninggal akibat Covid-19 sejak Jumat siang.

Kemudian, ada 20 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Seluruh data tersebut, kata Achmad Yurianto, sudah melalui konfirmasi dan pemeriksaan ulang hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu.

Sementara itu, merujuk update data yang disampaikan tersebut, penyebaran penularan Covid-19 masih ada di 17 provinsi.

Tidak ada provinsi baru yang mencatat ada kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data tersebut, Provinsi DKI Jakarta masih merupakan daerah dengan jumlah pasien Covid-19 terbanyak, yakni 267 pasien.

Jika dihitung dari total 450 kasus Covid-19, dengan demikian 59,3 persen kasus positif Virus Corona terdapat di DKI Jakarta.

Kemudian disusul oleh Jawa Barat dan Banten.

Jawa Barat mencatat ada 55 kasus pasien Covid-19.

Sedangkan, di Banten ada 43 kasus secara akumulatif.

Selanjutnya, Jawa Timur dan Jawa Tengah, masing-masing mencatat 26 dan 14 kasus positif Covid-19.

Berikut ini rincian sebaran kasus Covid-19 di 17 provinsi hingga Sabtu (21/3/2020) pukul 12.00 WIB.

1. DKI Jakarta: Total 267 kasus, penambahan 44 kasus baru

2. Jawa Barat: Total 55 kasus, penambahan 14 kasus baru

3. Banten: Total 43 kasus, penambahan 4 kasus baru

4. Jawa Timur: Total 26 kasus, penambahan 11 kasus baru

5. Jawa Tengah: Total 14 kasus, penambahan 2 kasus baru

6. Kalimantan Timur: Total 9 kasus, tak ada kasus baru

7. DI Yogyakarta: Total 5 kasus, penambahan 1 kasus baru.

8. Kepulauan Riau: Total 4 kasus, tak ada kasus baru

9. Bali: Total 3 kasus, tak ada kasus baru

10. Sulawesi Tenggara: Total 3 kasus, tidak ada kasus baru

11. Kalimantan Barat: Total 2 kasus, tidak ada kasus baru

12. Kalimantan Tengah: Total 2 kasus, tidak ada kasus baru

13. Sumatera Utara: Total 2 kasus, tidak ada kasus baru

14. Sulawesi Utara: Total 1 kasus, tidak ada kasus baru

15. Sulawesi Selatan: Total 2 kasus

16. Lampung: Total 1 kasus, tidak ada kasus baru

17. Riau: Total 1 kasus, tidak ada kasus baru.

Gejala atau Ciri-ciri, Penyebaran, dan Cara Mengecegah Infeksi Virus Corona

Virus Corona atau coronavirus (CoV) merupakan keluarga virus yang menaungi virus SARS-CoV-2 yang terjadi saat ini, SARS-CoV pada 2002, dan MERS-CoV pada 2012.

Kata corona sendiri diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota.

Nama ini diberikan karena bentuk Virus Corona menyerupai mahkota.

Sedangkan penyakit yang disebabkan terinfeksi SARS-CoV-2 disebut Covid-19, yang merupakan akronim dari coronavirus disease 19.

Ciri-ciri Virus Corona hampir mirip dengan gejala flu, di antaranya:

* Demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius,

* Batuk kering,

* Lemas,

* Sakit tenggorokan,

* Sesak atau kesulitan bernapas, dan

* Sakit kepala.

Namun, masa inkubasi virus ini sekitar 14 hari.

Berarti, bisa jadi Anda memiliki virus tersebut hingga 14 hari sebelum Anda menyadari gejalanya.

Jika Anda memiliki gejala seperti yang tercantum di atas dalam fase 14 hari, segera periksakan diri Anda.

Virus Corona bersifat zoonotik.

Ini berarti virus pertama kali berkembang di hewan sebelum akhirnya menyerang manusia.

Ketika sudah menginfeksi manusia, penyebaran Virus Corona dapat melalui droplet pernapasan.

Percikan batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi Virus Corona akan menempel di permukaan benda atau kulit manusia.

Sehingga virus akan berpindah ketika manusia menyentuh benda atau melakukan kontak fisik dengan manusia lainnya.

Kemudian, virus akan menginfeksi manusia ketika tangan yang terkontaminasi oleh virus menyentuh wajah, seperti mulut, hidung, dan mata.

Lalu, siapa yang berisiko terinfeksi Virus Corona?

Anda akan berisiko terinfeksi virus ketika Anda berdekatan atau melakukan kontak fisik dengan orang terinfeksi Virus Corona.

Namun, ada beberapa faktor yang membuat orang memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi Virus Corona.

Dikutip dari Healthline, Selasa (17/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) pada akhir Januari melaporkan rata-rata orang yang terinfeksi virus berada di usia sekitar 45 tahun dan dua per tiganya merupakan laki-laki.

Hal ini berarti orang tua dan laki-laki rentan terinfeksi Virus Corona.

Selain itu, orang dengan penyakit penyerta juga lebih rentan terinfeksi Covid-19.

Untuk melindungi diri sekaligus menahan penyebaran Virus Corona, Anda dapat melakukan hal-hal berikut, yaitu:

* Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Jika tidak bisa mencuci tangan, bersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.

* Hindari menyentuh area wajah, seperti mata, hidung, dan mulut sebelum Anda membersihkan tangan.

* Jangan keluar rumah jika Anda merasa kurang sehat atau memiliki gejala flu.

* Hindari atau batasi kontak fisik dengan orang lain. Jika memungkinkan, usahakan berada pada jarak setidaknya satu meter dengan orang lain.

* Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau siku bagian dalam ketika batuk atau bersin. Jika Anda menggunakan tisu, segera buang tisu Anda.

* Bersihkan barang-barang yang sering Anda gunakan dengan disinfektan, seperti gawai atau handphone, laptop, meja, dan lainnya.

* Terapkan gaya hidup sehat, mulai dari pola makan, olahraga, serta hindari begadang untuk menjaga kekebalan tubuh Anda.(tribunnews.com/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Daftar 3 Dokter dan 1 Perawat Meninggal karena Virus Corona, Kenali Gejala dan Penyebaran Covid-19, https://makassar.tribunnews.com/2020/03/22/daftar-3-dokter-dan-1-perawat-meninggal-karena-virus-corona-kenali-gejala-dan-penyebaran-covid-19?page=all.

Editor: Edi Sumardi

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P) (Kompas.com/Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Dua Dokter Asal Jabar Meninggal Dunia setelah Positif Covid-19, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/03/21/breaking-news-dua-dokter-asal-jabar-meninggal-dunia-setelah-positif-covid-19?page=all.

Artikel ini telah tayang di Grid.ID https://health.grid.id/read/352071075/4-hari-usai-nyatakan-terinfeksi-virus-corona-artis-cantik-ini-membaik-dengan-konsumsi-obat-yang-mudah-ditemukan-di-pasaran?page=all

Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved