Healthy

Patah Tulang Pada Orang Tua, Apa yang Harus Segera Dilakukan?

Patah tulang atau yang biasa dikenal dengan istilah fraktur adalah terputusnya hubungan dari jaringan tulang.

Dokumentasi pribadi
dr. Jordan Sugiarto 

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sesuai dengan ketentuan World Health Organization), ( WHO) seseorang dapat disebut lansia  ( Elderly) dengan ketentuan usia di atas 65 tahun.

Secara konkretnya kategori lansia, yang merupakan singkatan dari lanjut usia, memiliki batasan usia dimulai dari 65-74 tahun. Seseorang dengan usia di atas 74 tahun dimasukan ke kategori Old (Tua).

Saat seseorang sudah masuk ke kategori lansia, tentunya orang tersebut memiliki fungsi dan kekuatan tubuh jasmani yang berbeda dengan orang-orang yang berusia di bawahnya.

V BTS Pecahkan Rekor Baru Solois Korea, Rajai Tangga Lagu di 78 Negara dengan Sweet Night

Hal khusus yang perlu diperhatikan salah satunya adalah kekuatan dari tulang.

Patah tulang atau yang biasa dikenal dengan istilah fraktur adalah terputusnya hubungan dari jaringan tulang. Patah tulang umumnya disebabkan oleh trauma yang mengenai tulang, dimana trauma yang didapatkan lebih besar dari kekuatan tulang itu sendiri.

Trauma-trauma lain yang menyebabkan fraktur adalah jatuh dari ketinggian, kecelakaan kerja, dan cidera olahraga. Tanda-tanda khas yang dapat ditemukan pada patah tulang adalah adanya perubahan bentuk, rasa nyeri, penurunan fungsi gerak, dan luka terbuka pada kulit pada bagian tulang yang patah, atau yang biasa dikenal dengan istilah Open Fractured/patah tulang terbuka.

Pada orang tua, lokasi patah tulang yang paling sering terjadi adalah patah pada bagian atas dari tulang paha, tulang lengan bawah, dan tulang belakang.

Prestasi Mentereng Striker Persib Wander Luiz Masuk Daftar Pemain Terbaik Lewati Ezechiel N Douassel

Dari ketiga jenis lokasi patah tulang tersebut, patah pada bagian atas dari tulang paha, yang lokasi terseringnya adalah pada bagian leher tulang femoral dan Inter trochanter, merupakan penyebab utama perburukan kualitas hidup lansia.

Pada lansia yang mengalami patah pada bagian atas dari tulang paha, penanganan yang cepat dan tepat harus segera dilakukan.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan agar bagian yang patah tersebut tidak sembarangan digerakan untuk mencegah terjadinya perburukan maupun komplikasi.

Yang kedua, pasien harus segera dibawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) rumah sakit yang memiliki dokters pesialis bedah tulang agar dapat segera tertangani sesuai dengan kaidah yang ada.

Prestasi Mentereng Striker Persib Wander Luiz Masuk Daftar Pemain Terbaik Lewati Ezechiel N Douassel

Setibanya di IGD rumah sakit, dokter umum yang bertugas akan segera memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan keluhan yang berkaitan dengan patah tulang tersebut seperti mekanisme kejadian dan aktivitas yang menyebabkan, melakukan pemeriksaan fisik ortopedi untuk mengetahui dan memastikan secara pasti lokasi tulang yang patah, serta melakukan pemeriksaan foto rontgen pada bagian tulang yang dicurigai mengalami fraktur untuk menunjang diagnosa secara lebih spesifik.

Yang ketiga, dokter umum di IGD akan memberikan penatalaksanaan awal seperti pemberian obat anti nyeri, fiksasi pada bagian yang patah (jika memang diperlukan), serta menjelaskan kepada pasien dan keluarga tentang apa yang terjadi terhadap tulang pasien.

Lalu yang keempat, dokter umum akan berkonsultasi kepada dokter spesialis bedah tulang dan memberikan penanganan lebih lanjut yang telah disarankan oleh dokter spesialis bedah tulang untuk diberikan kepada pasien tersebut.

RSUD Maumere Tiadakan Jam Besuk Pasien

Setelah semua penanganan di IGD sudah dilakukan, yang berikutnya akan dilakukan oleh dokter spesialis bedah tulang melalui tindakan operatif maupun non operatif, tergantung dari jenis patah tulang dan lokasi terjadinya.

Penanganan non operatif dilakukan dengan cara melakukan traksi pada tulang dengan posisi paha fleksi dan abduksi selama 6-8 minggu. Beberapa tindakan operatif yang dapat dilakukan yaitu dengan cara memasang pelat trokanter yang kokoh atau dengan pemotongan bagian atas tulang paha yang kemudian diganti dengan prostesis metal.

Mengingat patah tulang dapat menyebabkan menurunnya kualitas hidup dari lansia, pencegahan terhadap patah tulang merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal-hal yang dapat dilakukan, yaitu memperhatikan kualitas penglihatan untuk mengurangi risiko jatuh atau kecelakaan, meminum susu secara rutin untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang penting untuk tulang, dan menggunakan alat pendukung (tongkat/alat bantu jalan) untuk lansia yang merasa perlu untuk membantu pergerakannya agar tidak mudah jatuh.

Ini Deretan Kunci Persib Bandung Saat Skuad Robert Alberts Raih Kemenangan Hat-trick di Liga 1 2020

Patah tulang bagian atas pada lansia memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi, yaitu osteonekrosis (kematian sel-sel jaringan tulang), malunion (tulang tidak menyatu), dan yang paling parah adalah kematian (20% pada 6 bulan pertama).

Penulis berharap dengan adanya informasi yang diberikan melalui tulisan ini, para lansia dapat lebih sigap lagi dalam upaya pencegahan patah tulang pada tulang paha atas yang merupakan lokasi tersering dari fraktur pada lansia.

Masyarakat yang memiliki kerabat yang masuk kategori lansia,
harus lebih berhati-hati dalam menjaga mereka, terutama saat melakukan aktivitas yang berisiko tinggi untuk mengalami jatuh. 

(dr. Jordan Sugiarto, dokter Umum Rumah Sakit Umum Siloam Kupang)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved