News

Ditargetkan Selesai Tahun 2023, NTT Alokasikan Dana Rp 400 Miliar untuk Bangun Jalan Provinsi

Jalan provinsi yang kondisinya dalam keadaan rusak berat masih sekitar 906 kilometer. Sementara, sebanyak 2.800 kilometer jalan ditargetkan diaspal

POS KUPANG/ISTIMEWA
Wakil Bupati Bupati Belu, J.T Ose Luan meninjau kondisi longsor di jalan provinsi Atambua-Wedomu tepatnya di Desa Manleten, Senin (3/2/2020). 

 POS KUPANG, CPM, KUPANG - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan jalan provinsi sepanjang 906 kilometer yang saat ini dalam kondisi rusak tuntas dikerjakan pada 2023 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 400 miliar.

"Jalan provinsi yang kondisinya dalam keadaan rusak berat masih sekitar 906 kilometer. Sementara, sebanyak 2.800 kilometer jalan propinsi ditargetkan sudah beraspal pada tahun 2022," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Maxi Nenabu, kepada wartawan di Kupang, Kamis (12/3).

Maxi Nenabu mengatakan pembangunan jalan propinsi NTT akan dibiayai dari pinjaman Bank NTT. Ruas jalan provinsi yang kondisinya masih rusak mencapai 906 km mulai dikerjakan pada 2021.

"Pembangunan 906 km jalan provinsi itu ditargetkan berlangsung selama 2,5 tahun. "Kami optimistis semua jalan di NTT sudah beraspal berupa jalan hotmix pada 2023," ujar Max.
Dia mengatakan, khusus di Pulau Sumba, Flores dan Timor pada 2020 akan dibangun jalan provinsi sepanjang 400 km.

Pembangunan 137 km di Flores meliputi empat kabupaten yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende dan Ngada.

Diberitakan sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) NTT mencatat sepanjang 900 kilometer akses jalan provinsi di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini masih dalam kondisi rusak.

"Posisi kita hingga akhir 2019, masih ada 900 kilometer jalan provinsi yang dalam kondisi rusak," kata Kepala Bappelitbanda NTT, Lecky Frederich Koli di Kupang, Jumat (3/1), terkait kondisi terkini akses jalan provinsi di NTT.

Menurut dia, kondisi jalan provinsi ini masih jauh berbanding terbalik dengan jalan nasional di provinsi setempat yang pada umumnya dalam kondisi mulus.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah provinsi berupaya keras untuk menuntaskan pembangunan jalan provinsi selama beberapa tahun ke depan, salah satunya melalui skema pinjaman uang dari perbankan.

"Sekarang sedang berproses untuk pinjaman dari perbankan senilai Rp 900 miliar dalam dua tahapan masing-masing Rp 450 miliar," kata Lecky. (antara)

K

Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved