Jadi Pelopor Solidaritas Keberagaman, Gereja Selenggarakan Festival Paskah Kolaborasi di Kupang

Jadi pelopor solidaritas keberagaman, gereja selenggarakan Festival Paskah Kolaborasi di Kota Kupang

Jadi Pelopor Solidaritas Keberagaman, Gereja Selenggarakan Festival Paskah Kolaborasi di Kupang
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Samuel Pandie S.Th bersama Panitia Festival Kolaborasi paskah 2020 saat memberi keterangan kepada wartawan 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Jadi pelopor solidaritas keberagaman, gereja selenggarakan Festival Paskah Kolaborasi di Kota Kupang. Gereja Masehi Injili di Timor ( GMIT) Majelis Klasis Kota Kupang Timur akan menggelar Festival Paskah Kolaborasi 2020.

Festival Paskah perdana yang mengusung tema gereja sebagai pelopor solidaritas keberagaman, kerukunan serta perubahan di era 4.0 ini rencananya akan dilaksanakan di Kota Kupang mulai 24 Maret 2020.

Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto Ajak Generasi Muda NTT Jaga Rumah Besar Indonesia

Rangkaian Festival rohani ini akan dimulai dengan pembukaan cafe rohani di Taman Nostalgia pada 24-28 Maret 2020. Selanjutnya, akan dilaksanakan Bazar Jemaat pada 1-4 April 2020. Puncak Festival akan berlangsung pada 12 April 2020.

"Festival Paskah Kolaborasi ini akan menjadi event pertama di Kota Kupang dengan menonjolkan solidaritas dan toleransi umat beragama," ungkap Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Samuel Pandie S.Th, saat jumpa pers yang di gelar di Kupang pada Jumat(13/3/2020).

Bupati Ngada Imbau Warga Jangan Panik, ASN Tidak Boleh Dinas ke Luar NTT

Pdt. Samuel melanjutkan, Festival yang akan digelar perdana tersebut juga diproyeksikan untuk mendorong tumbuhnya kehidupan, sosial, ekonomi, dan hal lainnya bagi jemaat ke arah yang lebih baik.

Di tengah perubahan zaman di era transformasi global dengan tantangan dan peluang industri 4.O, jelas Pdt. Samuel, panggilan dan pelayanan gereja sudah harus menyentuh pada isu-isu populer di tengah jemaat.

"Pelayanan gereja sudah harus menyentuh pada masalah kesehatan, infrastruktur, milenial dan sebagainya. Sehingga perlu sebuah gerakan bersama lintas kelembagaan antara gereja dan pemerintah, dalam rangka memperkuat persatuan serta pembaharuan agar tidak digilas perubahan teknologi," ujarnya.

GMIT Klasis Kota Kupang Timur merupakan wadah organisasi jemaat di wilayah Sinode GMIT dengan 35 gereja berada di antara kemajemukan, keberagaman dan modernisasi dituntut untuk memiliki kejujuran, komitmen dan integritas rohani, dalam menghadapi tantangan era 4.O menuju 5.O.

"Sedikitnya 20.000 jemaat dari 35 gereja se klasis, pemuda lintas agama dan kerukunan akan berpartisipasi aktif dalam setiap agenda dalam festival paskah kali ini. Festival paskah kolaborasi 2020 ini akan menjadi laboratorium keberagaman dan toleransi di Indonesia," katanya.

Ia berharap, Kota Kupang yang telah mendapat penghargaan sebagai kota toleransi, terus melakukan aksi nyata sebagai wujud keberagaman, bukan saja umat Kristen, tetapi seluruh agama.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved