Dua Warga Lembata yang Baru Pulang Dari Inggris Dalam Pengawasan Tim Medis, Dirujuk Ke Maumere

Dua warga Lembata yang baru pulang dari Inggris dalam pengawasan tim medis, dirujuk ke Maumere

POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sedang melakukan koordinasi dengan Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard Beda di Desa Dikesare Kecamatan Lebatukan terkait penanganan dua orang pasien dalam pemantauan di Lembata, Sabtu (14/3/2020) 

Dua warga Lembata yang baru pulang dari Inggris dalam pengawasan tim medis, dirujuk ke Maumere

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Dua orang warga Lembata yang baru pulang dari Inggris masih dalam pemantauan di RSUD Lewoleba. Kedua pasien ini merupakan pasangan suami istri yang baru pulang dari Inggris dan sekarang sudah berada di ruang isolasi RSUD Lewoleba.

Pemerintah Kabupaten Lembata sudah berkoordinasi dengan Pemprov NTT dan pada Sabtu (14/3/2020) keduanya akan dirujuk ke RSUD TC Hillers Kota Maumere sebagai rumah sakit rujukan di NTT.

Ada Ziva Idol di Arena Car Free Day Kantor Gubernur NTT

Ditemui di Desa Dikesare, Kecamatan Lebatukan, Sabtu (14/3/2020), Direktur RSUD Lewoleba, dr Bernard Beda, menyebutkan dua orang warga Lembata itu masih dalam pemantauan tim medis. Keduanya, jelasnya, sudah menetap di Inggris selama 15 tahun.

"Masuk rumah sakit tadi malam, suaminya masuk batuk pilek, panas dari tiga hari yang lalu, dan kemudian didiagnosa usus buntu akut, lalu mau dioperasi tetapi karena riwatnya baru dari Inggris jadi kita pastikan ada terindikasi Covid-19 dulu," jelasnya.

Saksikan Final Chicago Futsal Cup I di Ngada Hari Ini

Dia menambahkan yang pertama dibawa ke rumah sakit itu adalah sang suami. Kemudian pihak rumah sakit juga langsung melakukan perawatan medis untuk istrinya yang juga sudah mengeluhkan sakit batuk dan pilek sejak semalam.

Dokter Bernard mengungkapkan dua orang pasien itu tiba di Indonesia pada 29 Februari 2020 dan sempat berada di Jakarta selama seminggu. Keduanya pun tiba di Lembata pada 9 Maret 2020.

"Suhu tubuhnya katanya panas. Pasien di ruang isolasi. Perawatan tetap seperti biasanya," ungkapnya.

Pemerintah juga sudah melengkapi semua tenaga medis dengan pelindung diri sesuai standar.

"Kita sudah koordinasi dengan provinsi untuk kirim ke Maumere. Dua pasien ini masih dalam pemantauan, jadi kita pakai kapal Pemda, tidak bisa pakai kapal umum," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved