Kasus Korupsi Pengadaan Bibit Bawang di Malaka, Polisi Tahan Delapan Tersangka, Sita Mobil & Uang

pihak kepolisian juga telah menyita dan mengamankan satu unit mobil Honda HRV warna hitam dan uang tunai senilai Rp 665.696.000.

POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun bersama Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Heri Tri Maryadi saat jumpa pers di Mapolda NTT pada Kamis (12/3/2020) siang. 

Kasus Korupsi Pengadaan Bibit Bawang Kabupaten Malaka, Polisi Tahan Delapan Tersangka, Sita Mobil & Uang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Direktorat Kriminal khusus Polda NTT telah menetapkan dan menahan delapan  tersangka dugaan korupsi pengadaan bibit bawang pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun anggaran 2018. 

Selain menahan para tersangka yang terdiri dari para pejabat Pemerintah Kabupaten Malaka dan pihak swasta, pihak kepolisian juga telah menyita dan mengamankan satu unit mobil Honda HRV warna hitam dan uang tunai senilai Rp 665.696.000. 

Selain itu, juga diamankan dua box dokumen perencanaan, proses pengadaan, dokumen pelaksanaan kontrak serta dokumen pembayaran terkait Paket Pekerjaan Pengadaan Benih Bawang Merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun 2018.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda NTT pada Kamis (12/3/2020) mengatakan dalam kasus yang terjadi pada tahun 2018 itu, pihak Polda NTT telah memeriksa sebanyak 46 saksi, menyita dokumen dan uang serta menetapkan delapan tersangka

Mereka terdiri dari, Ir Yustinus Nahak M.Si yang merupakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka selaku pengguna anggaran, Egidius Prima Mapa Moda dan Severinus Devrikandus Siribein dari pihak swasta selaku makelar yang ditetapkan dan ditahan pada pada 6 Maret 2020.

Berikutnya, Yoseph Klau Berek A.Pi yang merupakan Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka selaku pejabat pembuat komitmen, Agustinus Klau Atok selaku ketua Pokja ULP, Karolus Antonius Berek selaku Sekretaris Pokja ULP dan Martinus Bere, SE selaku Kabag ULP Kabupaten Malaka tahun 2018. Mereka ditetapkan dan ditahan pada 10 Maret 2020. 

Selanjutnya, pada 11 Maret 2020, Direktur Utama CV. Timindo, Simeon Benu juga ditetapkan tersangka dan ditahan. 

Ia mengatakan, sesuai hasil pemeriksaan terhadap saksi, dokumen serta gelar perkara terhadap kasus tersebut, pera tersangka disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1), pasal 3 dan atau pasal 11 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1e KUH Pidana.  

Sementara itu, Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT, Kombes Pol Heri Tri Maryadi menambahkan, dalam kasus yang merugikan keuangan negara senilai Rp 4.915.925.000 itu, pihak kepolisian berhasil menyelamatkan keuangan negara senilai Rp 1.065.696.000. 

Total nilai tersebut terdiri dari uang tunai senilai Rp 665.696.000 serta satu unit mobil Honda HRV warna hitam senilai Rp 400.000.000.

"Untuk mobil yang disita tersebut milik makelar, Saverianus Devrikandus Siribein. Sementara dari Kepala Bagian ULP Kabupaten Malaka tahun 2018 disita uang sebanyak Rp 250 juta," ujar Kombes Heri Tri Maryadi dalam jumpa pers. 

Ia mengatakan, satu tersangka lainnya, Baharudin Tony yang bertindak sebagai kuasa Direktur CV Timindo belum memenuhi panggilan penyidik. Saat ini, pihak Polda NTT telah mengeluarkan panggilan kedua terhadapnya namun yang bersangkutan beralasan sakit. 

Begini Caranya Meningkatkan Keterampilan Motorik Si Kecil

Begini Caranya Menstimulasi Kecerdasan Anak di Masa Emas

Termasuk Jenis Rempah, Kenali Khasiat Temulawak bagi Tubuh

Anda Sering Begadang ? Ikurti 8 Tips Berikut Agar Tetap Sehat

"Kita akan keluarkan panggilan ketiga, jika tidak diindahkan maka kita akan segera lakukan penjemputan paksa," tambahnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved