Tamu Kita

Tamu Kita: Cyprianus Temu: Politik Menumbuhkan Jiwa Patriotisme

Pepatah kuno mengatakan, "Tingginya Gunung akan Kudaki, Dalamnya Lautan akan Kuselami." Cocok untuk Cyprianus Temu.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Apolonia Matilde
Dokumentasi keluarga dan keluarga
Siprianus Temu 

Komunikasi politik antara pimpinan dan anggota dewan di Parlemen seperti apa?
Sepanjang saya menjadi pimpinan Dewan, komunikasi masih baik dan harmonis. Kami memang didasari oleh latarbelakang perbedaan politik, perbedaan visi-misi tapi kami di dalam lembaga, kami mampu meramu kebersamaan dengan baik. Semua keputusan didasari pada musyawarah dan tidak pada kepentingan-kepentingan tertentu.

Sebentar lagi Belu akan menghadapi momen pilkada. Apa seruan moral Anda kepada warga dalam menghadapi hajatan politik ini?
Kepada pada calon agar jangan menghalalkan segala cara untuk memenangkan pertarungan seperti money politics. Karena perbuatan itu akan membawa kehancuran secara otomatis. Karena calon terpilih bukan aspirasi murni masyarakat. Dampaknya tidak akan memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat. Karena dia tidak memiliki ikatan emosional, ikatan kepercayaan. Dia memiliki ikatan lain karena dibeli. Orang merasa punya uang dan bisa membeli suara dan tidak merasa bertanggung jawab.

Dikotomi saat momen pilkada di Belu biasa terasa begitu kencang. Bagaimana pendapat Anda?
Dulu ketika masih bergabung Belu-Malaka, ada istilah Utara-Selatan. Setelah pemekaran sudah tidak ada lagi. Sekarang ini orang lebih memilih korelasi pasangan yang pas. Kalau calon bupati Marae maka wakil bupati Tetum atau Kemak. Pesan saya tentu, semua putra terbaik Belu yang akan bertarung nanti, berikan pendidikan politik yang santun kepada masyarakat. Tidak boleh saling menjelekan satu dengan yang lain. Siapapun yang akan terpilih itulah kepercayaan warga. Masyarakatpun harus pandai melihat figur, mana yang tulus bekerja dan mana yang cuma mengejar keuntungan pribadi. (*)

Dinas Dikbud Ende Keluarkan Edaran Terkait Protokoler Kesehatan Bidang Pendidikan

Idolakan Lopez dan Bere Talo

MENEMPATI kursi jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu masa bakti 2020-2025, memang intensitas kerja dari Cyprianus Temu, S.IP sangat tinggi.

Perhatian lebih banyak tercurah ke masyarakat yang telah mempercayakan dirinya di parlemen.

Walaupun begitu, keluarga tetap menjadi perhatian walaupun intensitas sedikit berkurang. Bahkan di tengah kesibukan, Cypri pasti meluangkan waktu 1-2 jam untuk membaca beragam literatur.

"Saya setiap waktu membaca literatur. Itu makanan pokok setiap mau tidur. Menjadi politisi tidak hanya bisa berdalih, berargumen, tidak berteori tapi landasan hukum harus tetap dipakai. Karena regulasi selalu berubah setiap waktu," kata suami dari Edel Mery Tadon ini.

Terkait Virus Corona Warga Ende Masih Boleh Berjabat Tangan

Sebelum tidur, dirinya "melahap" beberapa buku seperti soal aturan perundang-undangan. Baik dari UU sampai ke Perda. Dirinya membaca buku tentang pemerintahan, persoalan kemasyarakatan.

Memegang Moto "Berjuang hari ini untuk kemenangan hari esok", alumni SDK 1 Atambua ini menegaskan, kesehariannya selalu enjoy dalam melaksanakan tugas. Setiap tugas kantor semaksimal mungkin dituntaskan dan tidak menunda-nunda.

Tentang tokoh lokal yang menjadi inspirasi buat dirinya, Ayah lima anak ini menyebut dua mantan bupati Belu yakni, AA Bere Talo dan Joachim Lopez.

Sosok Bere Talo membangun Belu tanpa membedakan satu dengan yang lain. "Khusus Pak Lopez, yang saya belajar adalah beliau tokoh yang punya kepribadian yang sangat santun.

Beliau merangkul semua orang. Walaupun dia marah tapi tidak terlihat. Beliau sangat piawai dalam berpolitik. Pak Lopez tidak pendendam. Tidak ada dendam politik dan ini perlu kita contohi," ujar alumni STISIP Fajar Timur, Atambua ini.

Tokoh nasional yang paling diidolakan, kata Cypri, Soekarno dan Surya Paloh. Kedua tokoh ini memiliki aura inspirasi yang luar biasa ketika berorasi. Buku-buku Soekarno selalu dibacanya yang berisi soal motivasi, begitupun sosok Surya Paloh.  (yon)

Ketua KIP NTT Terima Buku dari Karo Humas dan Protokol Setda NTT

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved