Korupsi Pengadaan Bibit Bawang, Polda NTT Kembali Tahan Pejabat Kabupaten Malaka

Terkait kasus korupsi pengadaan bibit bawang, Polda NTT kembali tahan pejabat Kabupaten Malaka

Korupsi Pengadaan Bibit Bawang, Polda NTT  Kembali Tahan Pejabat Kabupaten Malaka
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Para tersangka korupsi pengadaan bawang Kabupaten Malaka saat menuju mobil usai diperiksa di Polda NTT pada Senin (9/3/2020) sore. 

Terkait kasus korupsi pengadaan bibit bawang, Polda NTT kembali tahan pejabat Kabupaten Malaka

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Penyidik Polda NTT kembali menahan empat tersangka yang terseret pusaran kasus korupsi pengadaan benih bawang merah pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka tahun 2018.

Penahanan empat tersangka ini dilakukan pada Senin (9/3/2020) sore usai diperiksa sejak pukul 09.00 Wita. 

Kunjungan Kerja, Menteri Kesehatan RI Tiba di Kupang

Setelah sebelumnya menahan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka Ir Yustinus Nahak selaku pengguna anggaran (PA) serta dua tersangka dari pihak swasta yakni Severinus Devrikandus Siriben dan Egidius Prima Mapamoda, ST., pada Jumat (6/3/2020), Polda NTT kembali menahan empat tersangka lain. 

Empat tersangka ini terdiri dari pejabat pada pemerintah Kabupaten Malaka yang terdiri dari Yoseph Klau Berek, S.Pi., yang merupakan Kepala Bidang Hortikultura pada Dinas Tanaman pangan, Hortikultura dan perkebunan Kabupaten Malaka selaku Pejabat Pembuat Komitmen(PPK), Martinus Bere, SE yang merupakan Kabag Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2018, serta Agustinus Klau Atok dan Karolus Antonius Kerek selaku Pokja  Pengadaan Barang/Jasa Tahun 2018. 

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS , Ini yang disampaikan Menkes RI

Empat tersangka tersebut diperiksa di Ruang Subdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda NTT oleh tiga penyidik terdiri dari Bripka Noldy Ballo SAP.,MH., Bripka Junaidi Mauta SH., MH., dan Bripka Dominikus Atok SH., MH.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jo Bangun ketika dikonfirmasi pada Senin (9/3/2020) mengatakan, saat ini Polda NTT telah menahan tujuh tersangka dalam kasus pengadaan bibit bawang Kabupaten Malaka tahun 2018. Para tersangka tersebut ditahan selama 20 hari dan dititipkan di ruang tahanan Polres Kupang Kota. 

Sebelumnya, Direktur Reserse dan Kriminal Khusus Polda NTT Kombes Pol Herry Tri Maryadi SH.,MH., kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan selain tujuh tersangka yang telah ditahan, dua calon tersangka lainnya yang hendak diperiksa, saat ini meminta penangguhan karena sedang sakit. Keduanya rencananya akan diperiksa pada Rabu (11/3/2020). 

Kombes Herry mengatakan, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bibit bawang tersebut, negara mengalami kerugian hingga Rp 4,9 miliar. 

"Berdasarkan perhitungan dari BPKP NTT tertanggal 25 November 2019, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 4,9 miliar dari total nilai kontrak Rp 9,68 miliar," ujar Kombes Pol Heri Tri Maryadi.

Halaman
1234
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved