VIDEO - Dinas Pertanian Propinsi NTT Panen Jagung bersama kelompok tani Di Tubulopo, TTS

Dinas Pertanian Propinsi NTT Panen Jagung bersama kelompok tani Di Tubulopo, TTS.Jika sebelumnya dari 1 hektare tanaman jagung hanya mampu menghasilk

VIDEO- Dinas Pertanian Propinsi NTT  Panen Jagung Bersama Kelompok Tani Di Tubulopo, TTS

POSKUPANG.COM, SOE - Dinas Pertanian Propinsi NTT Panen Jagung Bersama Kelompok Tani Di Tubulopo, TTS

Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang digalakkan Dinas PertanianPemprov NTT di Desa Tubulopo, Kecamatan Amanuban Barat, sukses meningkatkan produktivitas hasil panen jagung masyarakat.

Jika sebelumnya dari 1 hektare tanaman jagung hanya mampu menghasilkan 1,5 ton jagung, kini dengan intervensi program TJPS  mampu menghasilkan 4 hingga 5 ton jagung per hektarnya.

VIDEO – Tak Boleh Ada Istilah Damai Terhadap Kasus Kekerasan Anak di Bawah Umur

VIDEO – Akhirnya, Doktor Lany Koroh dan Manajemen UPG 45 Berdamai. Anggota Dewan Pun Tepuk Tangan

VIDEO - Cegah Panic Buying di NTT, Bulog Gelar Pasar Murah di Kota Kupang

Kamis (5/3/2020) pagi, staf khusus bidang pertanian, Tony Djogo bersama Sekertaris Dinas Pertanian Propinsi NTT, Miqdonth Abolla dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS, Otniel Neonane meninjau perkembangan tanaman jagung di lahan seluas 27 Ha yang dikelola kelompok tani Taulmuni dan Hetven.

Selain melihat perkembangan tanaman jagung, staf khusus, Sekertaris Dinas Pertanian Propinsi NTT dan Kadis Pertanian Kabupaten TTS berkesempatan berbincang dengan para petani terkait hasil panel jagung tahun ini.

Julius Maubanuh, anggota kelompok tani Taulmuni mengaku, sangat senang dengan adanya program TJPS yang digalakkan Pemprov NTT.

Pasalnya, para petani mendapatkan intervensi bantuan mulai dari bibit, pupuk, obat, alat olah lahan hingga pendamping pertanian. Hasilnya, produktivitas hasil panen jagung tahun ini naik tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

" Ini tahun kami panen banyak pak. Ini satu hektar bisa dapat 4 sampai 5 ton jagung," ungkapnya.

Walaupun curah hujan tahun ini jangan minim, lanjut Julius Maubanuh, dengan pengolahan lahan yang tepat didukung dengan penggunaan pupuk membuat tanaman jagung tetap dapat tumbuh dengan maksimal.

" Kalau lahan jagung yang tidak masuk program TJPS pasti hasil panen jagungnya berbeda dengan kami punya. Hasil panen jagung kami punya jauh lebih bagus. Jadi kalau bisa program ini bisa dipertahan dan diperluas," ujarnya.

Kadis Pertanian Kabupaten TTS, Otniel Neonane, berharap agar program TJPS bisa terus digalakkan di Kabupaten TTS. Program serupa bisa dikembangkan oleh Pemda TTS, namun minimnya alokasi anggaran untuk bidang pertanian menjadi kendala utama.

"APBD kabupaten juga ada intervensi untuk kelompok tani, tetapi tidak selengkap program TJPS. Pemerintah hanya bantu bibit saja karena alokasi anggaran terbatas. Saya akan coba usulkan ke bupati agar program serupa bisa digalakkan oleh Pemda TTS," sebutnya. (POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Tonton, like, share and subscribe Youtube Channel POS-KUPANG.COM

Penulis: Dion Kota
Editor: Frans Krowin
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved