Kembangkan Tenun Ikat, Desa Fatukoto, TTS Gelar Lomba Menenun Kategori Pelajar Antar RT

Kembangkan Tenun Ikat, Desa Fatukoto, TTS gelar lomba menenun kategori pelajar antar RT

POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Para pendamping peserta lomba menenun kategori pelajar antar RT di Desa Fatukoto sedang menenun untuk mengisi acara di sela-sela penilaian terhadap hasil tenun para pelajar di halaman kantor desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara 

Kembangkan Tenun Ikat, Desa Fatukoto, TTS gelar lomba menenun kategori pelajar antar RT

POSKUPANG.COM | SOE - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK) Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, Kamis (5/3/2020) menggelar lomba menenun kategori pelajar tingkat SMP dan SMA bertempat di halaman kantor desa.

Menariknya, perlombaan yang sudah digelar dua tahun beruntun ini digelar antar Rukun Tetangga (RT). Sebanyak 51 peserta perwakilan dari 12 RT meraimakan kegiatan ini.

Sempat Viral, Karyawan yang Dicurigai Terpapar Corona Lapor Pemilik Akun ke Polda NTT

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Fatukoto, Desy Pitay mengatakan, setiap RT mengutus 2 peserta dan didampingi satu orang pelatih.

Para peserta diminta untuk menenun selembar selendang yang kemudian akan dinilai oleh panitia. Motif tenun, kerapatan benang dan modifikasi motif menjadi kriteria yang dinilai dalam perlombaan tersebut.

Perlombaan menenun sendiri sudah dilakukan sejak Januari lalu. Setiap peserta diberikan benang untuk selanjutnya ditenun menjadi selendang. Karena diikuti oleh pelajar yang memiliki rutinitas sekolah, maka waktu untuk menenun selembar selendang diberikan waktu hampir dua bulan.

Wagub NTT Apresiasi Kemenkominfo RI Tetapkan Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Raker Kominfo

" Hari ini hasil selendang tenunan anak-anak kita pajang untuk dinilai oleh panitia. Saya lihat hasil tenunan selendang mereka bagus-bagus," ungkap Desy.

Selain melakukan penilaian terhadap selandang peserta lomba, dalam kesempatan tersebut, para pendamping peserta juga diberikan kesempatan untuk menenun sarung atau selimut. Namun hasil tenunannya tidak untuk dilombakan tetapi hasilnya akan dijual.

Ketika ditanyakan kenapa memilih remaja sebagai peserta perlombaan Desy menjelaskan, hal tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan menenun anak-anak remaja Desa Fatukoto.

Selain itu, lewat lomba tersebut, tim penggerak PKK ingin memastikan anak-anak milenial saat ini bisa mewariskan kekayaan budaya yang ditinggalkan nenek moyang.

" Keterangan menenun adalah kekayaan budaya kita dan perlu dikembangkan dan diwariskan kepada anak-anak kita. Makanya sasaran kita dalam kegiatan ini adalah anak-anak remaja," jelasnya.

Kepala Desa Fatukoto, Yosafat Baun mengatakan, pelaksaan perlombaan tenun mendapatkan dukungan anggaran dari dana desa. Pemerintah desa mengalokasikan anggaran senilai 15 juta lebih untuk menyukseskan perlombaan tersebut.

Dirinya berharap, lewat perlombaan menenun yang rutin digelar setiap tahunnya dapat mengembangkan tenun ikat Desa Fatukoto.

" Perlombaan menenun ini masuk sebagai program pemberdayaan kita. Kita ingin agar anak-anak kita yang merupakan pewaris utama warisan budaya leluhur kita bisa mengembangkan tenun ikat sehingga bisa dikenal luas," sebutnya. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved