Mengapa Memakai Masker Bisa Menambah Risiko Terkena Virus Corona?Ini Penjelasan Dokter Dari Amerika

Praktisi medis di Amerika Serikat memperingatkan orang-orang yang panik sampai menimbun masker bedah dan masker N95.

Mengapa Memakai Masker Bisa Menambah Risiko Terkena Virus Corona?Ini Penjelasan Dokter Dari Amerika
(Reuters via Daily Mirror)
Ratusan pasangan di aula kota Bacolod, Pulau Negros, Filipina, berciuman sembari mengenakan masker dalam acara menikah massal di tengah wabah virus corona. 

POS-KUPANG.COM - Virus corona baru atau Covid-19 kini terus menyebar di seluruh dunia.
Penggunaan masker yang diduga bisa menjadi 'alat' pelindung dari corona menjadi langka.

Praktisi medis di Amerika Serikat memperingatkan orang-orang yang panik sampai menimbun masker bedah dan masker N95.

Menurut wawancara Forbes dengan seorang spesialis pencegahan infeksi, penggunaan masker tidak diperlukan jika seseorang tidak sakit.

Bahkan memakai masker bagi yang sedang sehat benar-benar dapat meningkatkan risiko infeksi.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Dr Eli Perencevich, seorang profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Iowa, mengatakan bahwa mengenakan masker dapat membuat seseorang puas dengan kebersihan pribadi mereka.

"Jika Anda tidak mencuci tangan sebelum melepas dan setelah melepas masker, Anda bisa meningkatkan risiko," kata Dr Perencevich melansir dari Forbes.

Ia juga memperingatkan tentang bahaya yang ditimbulkan ke dalam "rasa aman palsu".

Ia menyatakan bahwa hanya orang yang sakit yang perlu memakai masker.
Hal itu untuk mencegah virus agar tidak ditularkan kepada orang lain.

Dr Perencevich menambahkan bahwa masker bedah dibuat untuk menjaga tetesan.
Masker bedah tidak untuk mencegah virus corona, tidak seperti masker N95 yang lebih bisa mencegah.

Tetapi seperti yang disebutkan oleh para profesional medis lainnya, masker N95 juga tidak direkomendasikan .

Alasan kedua, mengenakan masker sebenarnya dapat meningkatkan risiko infeksi 'alami'.
Karena memakai masker dapat menyebabkan lebih banyak kontak dengan wajah.

"Mereka akan lebih sering menyentuh wajah mereka, meskipun tanpa sadar," kata Dr. Perencevich.

Karena tidak ada jaminan bahwa mereka akan mengenakan masker mereka dengan benar

Karena respirator diketahui masih memungkinkan "sejumlah kecil kebocoran".
"Tidak ada respirator yang akan menghilangkan penularan sepenuhnya," tambahnya.
Penggunaan yang tidak tepat atau tidak membuang masker dengan benar dapat meningkatkan risiko infeksi.

Terakhir, Dr Perencevich memperingatkan bahwa panik membeli dan menimbun masker dapat membuat petugas kesehatan kehilangan barang-barang penting ini ketika mereka sangat membutuhkannya. (tribunnews)

Editor: Hermina Pello
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved