Bayi 5 Bulan Meninggal Usai Pulang Dari Posyandu Akan Ditangani Pokja Imunisasi Provinsi NTT
penyebab meninggalnya bayi 5 bulan usai mendapat vaksin di Posyandu, akan ditangani oleh Pokja Imunisasi
Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso

Bayi 5 Bulan Meninggal Usai Pulang Dari Posyandu Akan Ditangani Pokja Imunisasi Provinsi NTT
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Puskemas Tarus, drg. Imelda Sudarmadji mengatakan, penyebab meninggalnya bayi 5 bulan usai mendapat vaksin di Posyandu, akan ditangani oleh Pokja Imunisasi Provinsi NTT.
Pokja imunisasi ini dibawah kewenangan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, karena pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang belum memiliki Pokja khusus imunisasi
"Jadi teman-teman dari dinas (Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang) akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, nanti Pokja imunisasi Provinsi NTT yang akan menyelidiki apa penyebabnya," katanya saat dihubungi per telepon, Rabu (4/3/2020).
Sebelumnya, bayi berumur 5 bulan bernama Risin Suryani Sipa meninggal usai mengikuti posyandu di RT 19 RW 007 Dusun 4 Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Selasa (3/3/2020) lalu.
Setelah meninggal, pihak keluarga melihat bayi tersebut mengeluarkan busa berwarna putih dari mulutnya dan tangan serta kakinya menghitam.
Diakuinya, bidan dari Puskesmas Tarus yang bertugas memberikan vaksin terhadap bayi 5 bulan yang meninggal telah bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.
Pihaknya pun telah memberikan keterangan saat pertemuan bersama dengan Kapolsek Kupang Tengah, Kabid P2P, dan bidan yang memberikan vaksin.
Sebelum memberikan vaksin, pihak bidan masih mengecek untuk memastikan kesehatan korban dan menanyakan kepada ibu korban terkait kesehatan bayi.
Diketahui bayi tersebut pada bulan sebelumnya tidak mengikuti imunisasi karena sakit, sehingga pihak bidan kembali menanyakan kesehatan bayi tersebut.
Sebab, lanjut dia, jika bayi masih mengalami sakit seperti batuk, pilek atau demam, maka tidak boleh melakukan vaksinasi.
"Sejauh ini sesuai prosedur SOP, anak-anak yang mengalami batuk, pilek dan demam kami tidak suntik. Bahkan kemarin ada beberapa anak ada yang pilek, apalagi demam tidak vaksin," ujarnya.
"anak ini saat ditanya oleh bidan kami kepada ibunya apakah demam atau tidak, kata ibunya tidak (sehat), sehingga bidan kami suntik," tambahnya.
Dijelaskannya, vaksin yang diberikan adalah vaksin DPT 3 dan Polio. Vaksin ini juga telah diberikan kepada bayi tersebut pada bulan sebelumnya dan tidak mendapatkan reaksi.
Pihaknya pun kaget karena baru pertama kali mendapati kejadian bayi meninggal pasca divaksin dan terdapat busa yang keluar dari mulut bayi serta kaki dan tangan yang berubah berwarna biru.