Bagi  Autan ke Murid SD  di  Maumere,  Bupati  Sikka Ajak  Anak-Anak Jadi  Jumantik

Kampanye pola hidup bersih dan sehat, membersihkan sarang nyamuk hingga menjadi pemantau jentik (Jumantik) kembali d

pos-kupang.com/eginius mo’a
Bupati  Sikka, Fransiskus  Roberto  Diogo,  mengajak  murid SDK  Bhaktyarsa  Maumere menjaga  kebersihan  dan  menjadi  pemantau  jentik  nyamuk DBD  ketika membagikan  autan   anti  nyamuk  kepada   para murid, Rabu   (4/3/2020)  di  Maumere.   

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Kampanye pola  hidup  bersih dan sehat,  membersihkan  sarang nyamuk hingga  menjadi pemantau jentik   (Jumantik)  kembali dilakukan  oleh  Bupati  Sikka, Fransiskus  Roberto  Diogo,  kepada  murid  SDK  Bhaktyarsa  Maumere, Rabu    (4/3/2020) siang.

Meski   kampanya telah masif dilaksanakan, serangan   nyamuk  DBD   belum  kunjung reda.  Sampai  Rabu   (4/3/2020),  DBD  telah menjangkiti  1.081  penderita, 11  orang diantaranya  meninggal dunia.

“Saya ajak  anak-anak  untuk mulai  bisa memantau  jentik (Jumantik). Kalau   ada  genangan air  segera dibersihkan, sehingga  jentik   tidak  bisa   hidup  di genangan,”  ajak  Roby Idong.  

Ia hadir  bersama   Ketua   Tim Penggerak  PKK, Ny. Ani   Idong,  Kepala Dinas  Kesehatan,  Petrus  Herlemus, membagikan  simbolis  autan kepada  murid  SDK  Bhaktyarsa.  

Roby   Idong mengajak anak-anak mewaspadai   serangan  DBD dengan  menjaga kebersihan lingkungan.  Peduli  dengan kebersihan  lingkungan sekitar akan  berdampak  pada lingkugan  keseluruhan.

Ia    mengatakan, mulai  hari  Jumat  sampai  selama  14 hari mendatang  dilakukan  gerakan   pemberantasan sarang  nyamuk  massal.   Menurut  Roby,   bila  setiap hari selama  dua jam  pada  pukul  07.00-09.00 Wita semua  orang melakukan  kebersihan  secara terus-menerus, ia  menyakini   DBD akan  turun.

“Kesempatan terbaik, kia  basmi   nyamuk  pada  musim  hujan,sehingga   nyamuknya mati.  Kalau  gerakan  massal bisa  kita sukseskan, suatu  saat kita  bisa  tekan  DBD sampai  nol. Dulu  di  Surabaya  bisa  dilakukan  sampai nol  DBD. Kita  harus  bahu-membahu melakukannya,”   kata  Roby  Idong.        

Kepala  SDK  Bhaktyarsa,  Suster    Yuliana  Nina, SSpS,S.Pd,   mengatakan  kasus   DBD   mendatangkan  kecemasan kepada para guru dan  orangtua  murid  karena  ketakutan  terhadap penyakit  yang  bisa  mematikan itu.

“Kami selalu  khawatir  setiap  musim  hujan.  Karena itu  menjadi  perhatian  kami  menanamkan   pola   hidup bersih kepada anak-anak   di  lingkungan sekolah dan di  rumah,” kata  Suster Yuliana  Nina.

Suster Yuliana  mengatakan,  DBD  telah menyerang  beberapa  anak  di  SD K  Bhaktyarsa. (laporan  wartawan  pos-kupang.com, eginius  mo’a).

 
 

Striker Persib Bandung Itu Siap Rebut 3 Poin, Wander Luiz Tak Gentar Nama Besar Arema FC, Info

 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved