News

Awas, Jaksa Lirik Delapan Embung Bermasalah di Kabupaten TTS, Dibangun Tahun 2015 Tapi Mubazir

Kejaksaan Negeri (Kejari) SoE kini tengah mendalami dugaan delapan embung bermasalah yang dibangun tahun 2015 silam di Kabupaten TTS.

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Embung mini di Dusun C, Desa Nasi, Kabupaten TTS, rusak sebelum digunakan 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) SoE kini tengah mendalami dugaan delapan embung bermasalah yang dibangun tahun 2015 silam di Kabupaten TTS.

Informasi yang sampai ke telinga pihak Kejari TTS, embung yang dibangun dari anggaran APBD tersebut mubazir alias tidak dimanfaatkan warga setempat.

Kajari SoE, Fachrizal, SH, dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (2/3), membenarkan jika saat ini aparatnya tengah mendalami dugaan pembangunan embung bermasalah di tahun 2015 lalu.

Saat ini, diakui Fachrizal, pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait pembangunan dan pemanfaatan delapan embung yang dibangun tahun 2015 tersebut.

"Kita masih kumpulkan data awal terkait pembangunan embung dan pemanfaatannya. Ada informasi jika embung yang dibangun tidak dimanfaatkan oleh warga sehingga mubazir," ungkap Fachrizal.

Ketika ditanyakan apakah aparat kejaksaan sudah turun ke lokasi delapan embung tersebut, Fachrizal mengaku belum.

Namun dirinya berencana akan turun ke lokasi untuk melihat kondisi fisik bangunan embung dan mengambil data dari warga sekitar embung terkait pemanfaatannya.

"Belum, kita belum turun. Nanti kalau kita turun pasti teman-teman media kita ajak," ujarnya.

Nasib ke delapan embung yang dikerjakan di tahun yang sama dengan embung Mnela Lete tersebut sempat ditanyakan kuasa hukum terdakwa, Samuel Ngebu, dalam persidangan dugaan korupsi pembangunan Embung Mnela Lete.

Pihak kuasa hukum berharap aparat kejaksaan juga bisa mendalami delapan embung tersebut.

"Dalam sidang kemarin kuasa hukum salah satu terdakwa juga menanyakan terkait delapan embung yang dibangun di tahun yang sama dengan Embung Mnela Lete tersebut," sebut
Fachrizal.

Delapan embung yang diduga bermasalah tersebut adalah embung di Desa Nusa, embung di Kelurahan Oekefan, embung di Desa Netpala, embung di Desa Nifukiu, embung di Desa Tuasene, embung di Desa Skinu, embung di Desa Noeolin dan embung di Desa Kele. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved