Breaking News:

Mahasiswa Hindu NTT Inisiasi Gerakan Ayo Baca Bhagavad Gita

Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI) Nusa Tenggara Timur ( NTT) menginisiasi gerakan Ayo Baca Bhagavad Gita

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ryan Nong
Kegiatan Ayo Membaca Bhagavad Gita yang diselenggarakan oleh KMHDI NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Minggu (1/3/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ( KMHDI) Nusa Tenggara Timur ( NTT) menginisiasi gerakan Ayo Baca Bhagavad Gita. Gerakan ini dimulai dengan Semiloka Ayo Baca Bhagavad Gita yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Minggu (1/3/2020).

Dalam kegiatan yang diikuti sekira 300 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan pemuda tersebut, hadir sebagai pembicara Ida Rsi agung Nanda Kusuma Wijaya Manuaba, sulinggih (pandita tertinggi) di NTT. Selain itu, hadir pula satu dari tiga ahli sanskrit (penerjemah Sansekerta) di Indonesia, Rasa Acarya Prabhu Darmayasa.

Ini Prakirakan BMKG, Sepuluh Lokasi Wisata di Sumba Timur Berpotensi Diguyur Hujan Hari Ini

Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) NTT, Suastra Wirawan kepada wartawan menjelaskan, Gerakan Ayo Baca Bhagavad Gita diinisiasi untuk menciptakan keseimbangan antara tattwa (pengetahuan agama) dengan upakara (kegiatan keagamaan), khususnya di kalangan generasi muda.

Pasalnya, jelas Suastra, selama ini generasi muda cenderung hanya melakukan upakara dibanding memperdalam pengetahuan melalui pembacaan kitab suci sebagai sumber pengetahuan agama.

Terkait Pajak Penghasilan, Ini Ajakan Bupati Belu Willy Lay untuk Para ASN

"Kita sering dapat pertanyaan yang sulit dijawab, sering juga dapat pertanyaan menggelitik tentang agama dan kadang tidak bisa menjawab. Supaya seimbang maka kita coba buat gerakan ini untuk belajar," ungkap Teknik Elektro Undana ini.

Ia mengatakan, dalam kegiatan tersebut diajarkan bagaimana cara membacanya, berapa babnya, berapa alika serta pengetahuan tentang Bhagavad Gita. Harapannya, setelah kegiatan tersebut, umat khususnya generasi muda bisa membaca Bhagavad Gita secara baik. Ia juga menganjurkan agar pembacaan tersebut bisa dicicil setiap hari.

Bhagavad Gita sebagai salah satu dari empat Kitab Weda merupakan kitab dengan tingkatan yang paling mudah untuk dipelajari karena berisi cerita.

Gerakan ini, kata Suastra diharapkan dapat berjalan secara rutin. Ia juga menjelaskan, saat ini diagendakan pada setiap hari Minggu saat pasraman dilakukan pembacaan sloka.

Ketua Panitia Nilla Arie Permata menambahkan, kegiatan Ayo Baca Bhagavad Gita yang bertema "Kenali Hindu Melalui Bahawad Gita untuk Memperkuat Jati Diri" dilaksanakan selama satu hari. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Sosialisasi Ekonomi Digital oleh Kepala Kantor BI Perwakilan NTT Nyoman Ariawan Atmaja.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut peserta mendapat buku Bhagavad Gita secara cuma cuma dari panitia setelah registrasi. Pembacaan dilaksanakan setelah materi dasar diberikan.

Materi tersebut, jelas Nilla terdiri dari empat bagian yakni, bagian pertama tentang Keagungan Bhagavad Gita yang menjelaskan apa kelebihan Bhagavad Gita sebagai kitab suci agama hindu, kedua Gita Calya tentang bagaimana Hindu dipandang dalam perspektif umum, ketiga Gita Arati tentang pengenalan Bhagavad Gita dan keempat simulasi bagaimana cara membaca secara betul.

Kegiatan Ayo Baca Bhagavad Gita mendapat sambutan dan apresiasi dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTT. Kepada wartawan, Ketua PHDI NTT I Wayan Dharmawa menyebut Gerakan Ayo Baca Bhagavad Gita sebagai sebuah program yang bagus untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan membaca Bhagavad Gita sebagai kitab suci agama Hindu.

"Sebagai ketua PHDI, kita mengapresiasi karena yang belajar anak-anak muda, mahasiswa yang didukung pula orang tua," katanya.

Ia berharap ada akan ada peningkatan terkait kemampuan membaca Bhagavad Gita di kalangan remaja dan generasi muda. "Apa yang dilakukan tersebut meningkatkan kualitas SDM serta kualitas dan kapasitas nilai keimanan mereka. Maka secara otomatis akan melakukan perubahan perilaku dalam kehidupan harian," pungkas Wayan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved