Kuota Rumah Subsidi Tambah 332 Ribu Unit Tapi Dengan Skema Selisih Suku Bunga

Menteri Keuangan telah menyetujui Rp1,2 triliun dengan skema Selisih Suku Bunga (SSB) yang mencakup 332 ribu unit.

Kuota Rumah Subsidi Tambah 332 Ribu Unit  Tapi Dengan Skema Selisih Suku Bunga
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby Goyang REI usai penutupan Bank NTT REI Expo Millenial Urban di Atrium Lippo Plaza Kupang, Senin (2/3/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  - Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby tak berhentinya mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki rumah untuk segera memanfaatkan program KPR Bersubsidi  Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Tahun ini kuota yang disiapkan hanya 102 ribu unit rumah untuk seluruh Indonesia. Jadi siapa cepat, dia dapat," kata Bobby Pitoby di Kupang, Senin (2/3).

Dia mengungkapkan, ada kabar gembira bagi seluruh masyarakat dari Kementerian PUPR, dimana Menteri Keuangan telah menyetujui Rp1,2 triliun dengan skema Selisih Suku Bunga (SSB) yang mencakup 332 ribu unit.

"Tapi skemanya berbeda, karena biasanya untuk SSB dengan 332 ribu unit dibutuhkan anggaran Rp22 triliun, tapi anggaran yang turun kali ini hanya Rp1,2 triliun. Jadi akan ada perbedaan besar dalam jangka waktu subsidi, kalau saat ini subsidi 20 tahun. Saat ini bisa lima sampai tujuh tahun," katanya.

Untuk itu selagi ada program FLLP, Bobby mengharapkan masyarakat segera manfaatkan dan akad kredit saat ini agar bisa mendapatkan subsidi 20 tahun.

"Kalau tidak maka hanya mendapatkan subsidi lima sampai tujuh tahun saja," tuturnya.

Katanya, skema SSB masyarakat akan merasakan pembayaran cicilan yang sama dengan sebelumnya karena disubsidi.

Tapi setelah tahun keenam cicilannya akan naik. Misalnya bunga bank 11 persen, dengan subsidi cicilan Rp 1.090.000, kalau tidak disubsidikan maka angsurannya menjadi sekitar Rp1,3 juta sampai Rp1,4 juta per bulan.

"Oleh karena itu segera manfaatkan rumah subsidi dengan jangka waktu 20 tahun ini segera. Karena bulan ini pasti kuota tersebut akan habis," tuturnya.

Ia juga menyampaikan tahun ini, selain masyarakat REI juga mengfokuskan penjualan dengan menyasar kaum millenial. Sekitar 35 persen kaum milenial dengan usia 20-40 tahun yang membeli rumah.

"Ini menandakan program REI dan Bank NTT untuk menyasar milenial karena sebelumnya kaum milenial kontribusinya hanya 10 persen. Karena kebanyakan masyarakat berusia 40 tahun baru mencari rumah, tapi sekarang sudah meningkat," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved