Siapkan Semua Syarat

KONI Dukung NTT Tuan Rumah PON XXII 2028

Kita memang mesti bermimpi untuk menjadi tuan rumah. Tapi kita juga harus realistis. Menjadi tuan rumah PON, biasanya diperbutkan sampai 10 provinsi.

KONI Dukung NTT Tuan Rumah PON XXII 2028
PK/EKO
Kadispora NTT dan staf pose bersama pengurus KONI NTT seusai pertemuan di ruang rapat KONI NTT, Senin (2/3). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - KONI Provinsi NTT mendukung penuh upaya dan rencana Pemprov NTT untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah atau penyelenggara PON XXII 2028. Namun ada beberapa syarata sesuai ketentuan PB PON yang mesti dipenuhi jika ingin mengajukan diri menjadi tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara KONI NTT dan Dispora NTT di Ruang Rapat KONI NTT, Senin (2/3). Pertemuan itu menindaklanjuti arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kepada Dispora NTT untuk berkoordinasi terkait penyusunan grand design pengajuan diri menjadi tuan rumah PON XXII 2028.

Pertemuan dipimpin Ketua Umum KONI NTT, Dr. Andre Koreh, ST, MT. Andre didampingi pengurus KONI, Umbu Saga Anakaka, Viktor Mado Watun, Jimmi Sianto, Lambertus Ara Tukan, Theo Widodo, Frans Sales, Eduard Setty, Marthen Bana dan lainnya. Hadir juga Kadispora NTT, Hildagadris Bria Seran bersama sejumlah stafnya.

"Kita memang mesti bermimpi untuk menjadi tuan rumah. Tapi kita juga harus realistis. Menjadi tuan rumah PON, biasanya diperbutkan sampai 10 provinsi. Jadi memang persiapannya harus bagus. Untuk itu ada nilai tawar lebih yang mesti kita bawa saat mengajukan diri menjadi tuan rumah," kata Andre Koreh.

Andre mencontohkan, misalnya saat mengajukan diri menjadi tuan rumah, NTT harus menawarkan kepada provinsi lain untuk menanggung semua akomodasi dan konsumsi peserta.

"Tawaran lebih memang harus kita lakukan. Dan untuk itu, kita harus bentuk tim pemenangan. Tugasnya, selain mempersiapkan seperti yang dipaparkan ibu kadis, juga melobi provinsi lain agar mau memilih NTT. Ini penting, karena persiapan yang baik saja tidak cukup kalau lobi kita ke provinsi lain tidak bagus," kata Andre Koreh.

Baik Andre Koreh, Jimmi Sianto, Lambertus Tukan, Theo Widodo, Frans Sales maupun Viktor Madu Watun, meminta Dispora NTT sebagai perpanjangan Pemprov NTT untuk serius terhadap ini. Pasalnya, menurut mereka, apa yang saat ini paparkan masih terlalu makro, atau tidak terinci dengan baik.

"Apakah kita sudah siapkan dana Rp 6 miliar sebagai syarat untuk mendaftarkan diri menjadi calon tuan rumah? Dana itu sudah harus disetor ke KONI Pusat paling lambat tahun depan. Saat kita ajukan diri, lampirannya harus ada bukti transfer dana itu. Apa sudah dibahas untuk masuk ke APBD? Ini sangat penting untuk dipersiapkan dengan baik," kata Andre.

Viktor Madu Watun menegaskan, rencana ini harus pikirkan secara matang. "Apakah rencana ini sudah masuk dalam RPJM Pemprov NTT? Tahun 2028 itu tentu sudah ada pemilihan gubernur baru. Kalau Pak Viktor menang, tentu tidak ada masalah, tapi bagaimana kalau kalah? Untuk itu, harus dipikirkan dengan baik agar jangan sampai persiapan ini nanti sia-sia karena kita batal jadi tuan rumah," tegasnya. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved