Seluruh Pasien Keracunan yang Dirawat Telah Diijinkan Pulang

seluruhnya telah dijinkan pulang. Hal ini dilakukan pasca dokter melakukan observasi dan menyimpulkan kondisi pasien telah pulih.

Seluruh Pasien Keracunan yang Dirawat Telah Diijinkan Pulang
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Bupati TTS, Egusem Piether Tahun sedang memberikan keterangan kepada awak media 

Seluruh Pasien Keracunan yang Dirawat Telah Diijinkan Pulang

POS-KUPANG. COM | SOE -- Ke sembilan korban keracunan makanan di Kecamatan Toianas, Kabupaten TTS yang dirawat di Puskesmas Hauhasi dan RS Pratama Boking seluruhnya telah dijinkan pulang. Hal ini dilakukan pasca dokter melakukan observasi dan menyimpulkan kondisi pasien telah pulih.

Hal ini diungkapkan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun saat dihubungi pos kupang.com, Sabtu (29/2/2020) melalui saluran telepon seluler.

Bupati Tahun mengatakan, sejak Jumat malam beberapa pasien yang telah pulih sudah diijinkan pulang. Terakhir, Sabtu siang sisa pasien yang dirawat di RS Pratama Boking telah diijinkan pulang.

" Seluruh pasien diduga keracunan makanan sudah diijinkan pulang," ungkap Bupati Tahun.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat agar untuk sementara waktu tidak membawa ternak atau pun mengkomsumsi daging babi dari daerah-daerah sudah positif diserang Hog Cholera dan African Swine Fever (ASF), diantaranya Kota Kupang, Kabupaten TTU, Belu dan Malaka.

"Karena saat ini penyakit Hog Cholera dan ASF sedang mewabah kita himbau masyarakat untuk lebih waspada. Jangan membawa ternak atau mengkomsumsi daging babi dari daerah yang telah positif diserang Hog Cholera dan ASF," imbaunya.

Diberitakan pos Kupang sebelumnya, Diberitakan pos kupang.com sebelumnya, Sebanyak 7 warga Desa Bokong, Kecamatan Toianas dirawat di Rumah Sakit Pratama Boking, Kamis (27/2/2020) usai mengalami gejalah keracunan makanan.

Para korban mulai mengalami gejalah pusing, mual-mual, muntah dan diare pasca mengkonsumsi daging babi yang dikirim dari Kota Kupang melalui travel.

Ketujuh pasiena yang dirawat langsung diinfus untuk mengembalikan kestabilan cairan dalam tubuh.

Hal ini diungkapkan langsung Bupati TTS, Egusem Piether Tahun saat menghubungi pos kupang.com, Jumat (28/2/2020) lewat pesan WhatsApp.

Dikatakannya, para korban mengkonsumsi daging babi kecap sekitar pukul 16.00 WITA.

Gubernur NTT Perintahkan Bupati Sumba Barat Harus Pastikan Berapa Jumlah Wanita Hamil 2021

Pemkot Kupang Sering Terkendala Data Penerima Bantuan Sosial, Begini Sikap Jefri Riwu Kore

Sekitar pukul 19.00 WITA, para pasien mulai mengalami pusing, mual-mual, muntah hingga diare. Oleh sebab itu, oleh keluarga korban, para korban langsung dibawa ke RS Pratama Boking guna mendapatkan pertolongan medis.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved