Politisi Golkar Muhammad Misbakhun Minta Pejabat Tak Asal Bunyi, Corona Berdampak pada Ekonomi

Politisi Golkar Muhammad Misbakhun minta pejabat tak asal bunyi, virus corona berdampak pada ekonomi

Politisi Golkar Muhammad Misbakhun Minta Pejabat Tak Asal Bunyi, Corona Berdampak pada Ekonomi
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

Politisi Golkar Muhammad Misbakhun minta pejabat tak asal bunyi, virus corona berdampak pada ekonomi

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Politisi Partai Golkar Muhammad Misbakhun menyayangkan komentar sejumlah pejabat terkait virus corona ( Covid-19). Misbakhun menilai komentar asal dari sejumlah pejabat dan birokrat berpotensi membuat kondisi perekonomian bertambah buruk.

Menurut dia, pasar yang sedang panik dan menghadapi tekanan tidak semestinya ditimpali komentar-komentar yang memperburuk situasi.

Korban Lagi, Setelah Tiga Jam Kontak Senjata dengan KKB di Mimika, 1 Brimob Gugur Tertembak

"Para birokratnya, komentarnya atau statement di publik tidak memberikan suasana dan situasi tenang malah bikin situasi semakin memburuk. Seharusnya memberikan sinyal-sinyal positif," kata Misbakhun kepada wartawan, Sabtu (29/2/2020).

Anggota Komisi XI itu menjelaskan, efek penyebaran virus corona sudah mulai membuat rupiah terdepresiasi sehingga nilai tukar dolar AS (USD) sudah di kisaran Rp 14.200.

Hampir Ribuan Ekor Babi Mati, Dinas Peternakan TTU Semprot Disfektan di Kandang Milik Warga

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada akhir 2019 masih di atas level 6.000, belakangan sempat merosot ke kisaran 5.200.

Misbakhun menegaskan, IHSG dan kurs rupiah merupakan dua indikator utama perekonomian.

"Kalau yang terserang dua unsur indikator perekonomian Indonesia yaitu nilai tukar dan IHSG, saya yakin akan berpengaruh secara psikologis ke perekonomian kita secara umum lalu berlanjut ke sektor-sektor fundamental lainnya," ujarnya.

Oleh karena itu, mantan pegawai Kementerian Keuangan tersebut menegaskan, harus ada kebijakan tepat untuk mengantisipasi efek penyebaran virus corona.

"Kalau itu salah penanganan, ini bisa membuat situasi makin buruk," katanya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved