Kasus Korupsi NTT Fair Bayar Denda Rp 200 juta, Barter Yusuf Urung Jalani Enam Bulan Kurungan

Terkait kasus korupsi NTT Fair bayar denda Rp 200 juta, Barter Yusuf urung jalani enam bulan kurungan

Kasus Korupsi NTT Fair Bayar Denda Rp 200 juta, Barter Yusuf Urung Jalani Enam Bulan Kurungan
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kerabat terpidana NTT Fair, Ir Barter Yusuf menyerahkan denda kepada jaksa eksekutor di Kantor Kejati NTT pada Kamis (27/2/2020) sore. 

 Terkait kasus korupsi NTT Fair bayar denda Rp 200 juta, Barter Yusuf urung jalani enam bulan kurungan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Satu terpidana kasus Korupsi NTT Fair, Ir H Barter Yusuf IAI akhirnya melaksanakan kewajiban membayar denda dalam perkara tersebut. Pembayaran denda tersebut dilakukan oleh kerabat terpidana atas nama Drs Gazali Mudji di Kejaksaan Tinggi NTT pada Kamis (27/2/2020) sore. 

"Pada hari ini (Kamis,  27/2/2020) pukul 16.00 Wita bertempat di Kejaksaan Tinggi NTT keluarga terpidana Korupsi Pembangunan Kawasan Pameran NTT Fair atas nama Ir H Barter Yusuf, IAI telah membayar denda sebesar Rp 200 juta," ungkap Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM pada Kamis malam.

Kesal Ditanya Petugas Bandara, Pria di Kupang Sebut bawa Bom

Abdul mengatakan, dengan pembayaran denda tersebut maka dengan demikian terpidana Ir Barter Yusuf IAI tidak lagi menjalani Pidana subsider 6 bulan kurungan sebagaimana putusan pengadilan. 

Selain membayar denda, Gazali Mudji yang tiba dari Makassar pada Kamis sore bersama seorang staf terpidana di CV Dana Consultant juga melakukan pembayaran biaya perakara sebesar Rp 5 ribu.

Saat itu, Gazali dan staf CV Dana Consultan membayar pada jaksa eksekutor Hendrik Tip tanpa didampingi pengacara.

Osmok Land Tawarkan Perumahan Nyaman Penuh Cinta

Jaksa eksekutor, rencananya akan menyetor pengembalian denda tersebut ke Kas Negara pada Jumat pagi. Hal ini terjadi karena ketika dilaksanakan pembayaran, jam dinas telah berakhir. 

"Jaksa eksekutor besok pagi langsung disetorkan ke Kas Negara berhubung jam dinas sdh selesai," katanya.

Ir Barter Yusuf divonis majelis hakim dengan putusan 4 tahun penjara dan harus membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan dalam sidang yang berlangsung pada Selasa (28/1/2020) di Pengadilan Tipikor Kupang.

Dalam sidang putusan perkara nomor 41/Pid Sus-TPK/2019/PN.KPG tersebut, terdakwa Barter yang merupakan pemilik CV Dana Consultant disebut memperkaya diri sebesar Rp 73 juta, memperkaya Yulia Afra sebesar Rp 75 juta, Dona Rp 140 juta dan untuk Dana konsultan sebesar Rp 200 juta. 

Dalam pertimbangan putusan, juga disebut bahwa  45,6 persen proyek tidak dikerjakan sehingga kerugian fisik mencapai 12 miliar.

Sidang tersebut dipimpin ketua majelis hakim Fransiska Dari Paula Nino, SH., MH dengan didampingi Ari Prabowo, S.H dan Ali Muhtarom, SH., MH. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved