Kalapas Lembata Mulai Canangkan Program Inovasi Bagi Warga Binaan

Andreas Wisnu Saputro mulai mencanangkan program inovasi bagi warga binaan yang menghuni Lapas Lembata.

Kalapas Lembata Mulai Canangkan Program Inovasi Bagi Warga Binaan
POS KUPANG/RICARDUS WAWO
Kepala Unit Pelaksana Teknis Lembaga Permasyarakatan Kelas III Lembata Andreas Wisnu Saputro bersama jajaran Tim Humas Lapas Lembata dalam acara Teleconference Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 di Ruang Rapat Lapas Lembata, Kamis (27/2/2020) 

Kalapas Lembata Mulai Canangkan Program Inovasi Bagi Warga Binaan

POS-KUPANG.COM |LEWOLEBA--Kepala Unit Pelaksana Teknis Lembaga Permasyarakatan Kelas III Lembata Andreas Wisnu Saputro mulai mencanangkan program inovasi bagi warga binaan yang menghuni Lapas Lembata.

Wisnu yang baru dua bulan bertugas sebagai Kalapas Lembata ini bahkan sudah menghubungi sejumlah sahabat dan kenalannya di Jawa untuk mendukung program yang dibuat dan melakukan pemetaan potensi warga binaan.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (27/2/2020), Wisnu mengungkapkan hal pertama yang akan dia kembangkan adalah soal potensi pertanian mengingat lahan Lapas Lembata masih cukup luas dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian dan juga peternakan.

Selain itu, bersama warga binaan dirinya bertekad mengembangkan potensi-potensi lainnya sesuai dengan kemampuan warga binaan. Beberapa yang sudah mulai dikerjakan yakni kerajinan bambu, bengkel las, pertukangan, pembuatan paving blok, gorong-gorong dan tanaman bunga. Khusus bunga, Wisnu sendiri sudah mendatangkan sekitar 30 bibit tanaman langka dari luar negeri.

Apalagi, Lapas Lembata juga sudah dikenal masyarakat sebagai tempat persemaian tanaman bunga. Pada hari Minggu warga sering datang untuk mengambil bibit bunga.

"Saya juga mau kembangkan jagung putih dan tanaman anggur yang cocok untuk iklim Lembata. Juga kembangkan lagi taman karena Lapas Lembata pernah mendapat penghargaan taman terbaik," urainya.

Wisnu menyebut ada warga binaan yang pandai bermain musik dan mereka sudah mulai bermain bersama dalam beberapa acara.

"Bahkan ada yang bisa cipta lagu," ungkapnya seraya menjelaskan pihaknya akan membangun kemitraaan dengan pihak lain untuk pemberdayaan warga binaan.

Di samping itu, lanjutnya, dirinya terus melakukan komunikasi dengan mitra-mitra yang siap bekerja sama termasuk salah satunya adalah komunitas Sint Egidio.

"Kita bisa bikin kelas namanya mentoring enterpreuner, bisa juga wujudnya supporting dana," imbuh Wisnu.
Semua usaha ini, lanjutnya, merupakan bagian dari komitmen mereka yang hendak mengubah stigma Lapas Lembata di mata masyarakat.

Menurutnya, dengan bermitra dengan media, masyarakat bisa mengetahui kalau di balik tembok lapas ada banyak kegiatan proses diseminasi, proses asimilasi, dan pembinaan manusia. "Potensi sangat luar biasa, potensi warga binaan, tinggal kita kembangkan saja," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved