Dinsos NTT Perkirakan Tahun Ini akan Terjadi Gagal Tanam

Dinsos dalam konteks bencana kekeringan memiliki ruang gerak terbatas karena urusan kekeringan itu berhubungan dengan air.

Dinsos NTT Perkirakan Tahun Ini akan Terjadi Gagal Tanam
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Jons M Naibuti 

Dinsos NTT Perkirakan Tahun Ini akan Terjadi Gagal Tanam

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kondisi curah hujan yang tak menentu di awal tahun 2020 ini, maka Dinas Sosial Provinsi NTT sudah bisa memprediksi bahwa kemungkinan akan ada gagal tanam. Karena kondisi ketersediaan air baik air bagi aktifitas pertanian, peternakan dan termasuk konsumsi manusia menjadi kendala.

Kepala Bidang IV Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial NTT, Jose M Naibuti, kepada POS-KUPANG.COM, di Kupang, Kamis (27/2/2020), mengatakan, diperkirakan akan terjadi pada Juni 2020. Karena akan terjadi gagal tanam maka pasti akan diikuti dengan rawan pangan.

Ketika disinggung mengenai daerah-daerah yang termasuk dalam rawan pangan, kata Jose, mengenai daerah data yang lebih pasti ada pada Ketahanan Pangan karena mereka yang mempunyai maping penyebarannya.

Namun Dinsos NTT, lanjutnya dengan personil TAGANA selalu siap untuk menyalurkan bantuan. Walaupun kesiapan Dinsos dalam konteks bencana kekeringan memiliki ruang gerak terbatas karena urusan kekeringan itu berhubungan dengan air.

"Kalau masalah kekeringan dengan TAGANA bisa membantu distribusi air. Kemudian untuk besar di Dinsos, ada koordinasi bantuan sosial sembako yany akan dikoordinir agar penyalurannya tepat sasaran, waktu dan jumlah," tuturnya.

Kemudian, kata Jose, kalau hasil analisa kekeringan berdampak pada rawan pangan dan hasil analisa dari Dinas Ketahanan Pangan sudah dikeluarkan maka Dinsos bisa bantu memfasilitasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah dari Provinsi 200 ton dan Dinsos Kabupaten membantu masing-masing 100 ton.

Ia menyampaikan prosesnya Dinas Ketahanan Pangan mengeluarkan analisis rawan pangan, berapa orang tercakup, kemudian bersurat ke Gubernur dan ditetapkan bila skala provinsi, maka bantuan segera disalurkan. Dinas Sosial selalu siap begitu juga dengan TAGANA.

"Kalau ada yang kering butuh air maka disalurkan tapi jumlah terbatas, tapi kalau beras dipersiapkan ada 400 ton," tuturnya.

Gubernur NTT Resmikan RS Regional Pratama Reda Bolo, Harus Layani Semua Orang

BREAKING NEWS : Ibu Rumah Tangga di Sikka ‘Makan’ Uang Rp 588 Juta

BREAKING NEWS : Pitrat Matahari Terbakar

Diharapkan, stok ini bisa terpenuhi. Tapi faktanya cakupan tahun ini akan kesulitan, karena diharapkan selain dari pusat kabupaten/kota juga menyiapkan tambahan beras dari APBD II-nya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved