3000 Hektar Jagung Di Ende Telah Dipanen

3000 hektar jagung milik para petani di Kabupaten Ende telah dipanen pada Bulan Februari 2020 dan juga para petani di daerah itu juga tenga

3000 Hektar Jagung Di Ende Telah Dipanen
POS-KUPANG.COM/ Romualdus Pius
Kadis Pertanian Kabupaten Ende, Ir Marianus Alexander 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Sebanyak 3000 hektar jagung milik para petani di Kabupaten Ende telah dipanen pada Bulan Februari 2020 dan juga para petani di daerah itu juga tengah menyiapkan lahan sawah khsususnya sawah tadah hujan menyusul tingginya intenstitas hujan di wilayah Kabupaten Ende.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Ende, Ir. Marianus Alexander mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (27/2) di Ende.

Marianus mengatakan kondisi cuaca saat ini berpihak kepada para petani pasalnya para petani jagung misalnya sudah bisa panen jagung sebelum hujan dating.

Daftar Nama Pemain Madura United yang Masih Tergeser Jelang Liga 1 2020 hingga Arema FC

Dan pada saat hujan dating juga menjadi berkah bagi para petani sawahnya terutama petani sawah tadah hujan karena mereka sudah bisa mengolah sawah tadah hujan milik mereka mengandalkan air hujan yang turun,ujar Marianus.

Ditugaskan di Korea Selatan, Tentara AS Terinfeksi Virus Corona, Begini Kondisinya, Info

Menuurut Marianus dengan melihat kondisi cuaca yang ada maka kecil kemungkinan terjadinya gagal panen yang berujung pada rawan pangan.

“Kita lihat saat ini di Ende pada siang hari cerah dan panas namun ketika sudah memasuki sore hari mulai mendung serta hujan,”kata Marianus.

Guru Kesenian Ajak Siswi Berzina Dalam Mobil, Diajak Belanja lalu Diimingi Nilai Bagus Info

Marianus meminta kepada para petani di daerah itu untuk bisa memanfatkan hujan yang datang tersebut untuk segera bercocok tanam baik di sawah maupun lading.

Marianus mengatakan bahwa keberadaan hujan yang dating saat ini telah dimanfaatkan oleh warga di wilayah utara Kabupaten Ende untuk mengolah sawah terutama mereka yang mengandalkan air hujan untuk mengolah sawah.

Pantuan Pos Kupang.Com , para petani di wilayah utara mulai dari Kecamatan Wewaria hingga Maurole mulai mengolah sawah dengan memanfaatkan air hujan. Sawah yang lasim dikenal dengan sawah tadah hujan tampak dibajak oleh pemilik sawah da nada juga yang sedang menanam padi.

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved