Tiga Guru Tragedi Susur Sungai Jadi Tersangka dan Tampak Botak di Markas Polisi

Kepolisian Daerah Yogyakarta telah menetapkan tiga pembina dan guru yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman

Tiga Tersangka Tragedi Susur Sungai Jadi Tersangka dan Tampak Botak di Markas Polisi 

POS-KUPANG.COM - Kepolisian Daerah Yogyakarta telah menetapkan tiga pembina dan guru yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi susur sungai SMPN 1 Turi Sleman Yogyakarta.

Setelah IYA yang merupakan pembina pramuka dan guru SMPN 1 Turi ditetapkan sebagai tersangka, polisi kini menetapkan dua guru lain.

Polisi menetapkan dua guru yang juga dianggap lalai dan tak bertanggung jawab dalam peristiwa susur sungai yang menyebabkan ratusan siswa hanyut dan 10 siswa meninggal.

Dilansir Kompas.com, Polda DIY menetapkan dua tersangka berinisial DDS (58) dan R (58) berstatus guru SMPN 1 Turi dan pembina dari luar.

"Hari ini kita menaikkan status dua orang yang terlibat dalam kegiatan Pramuka itu menjadi tersangka, dengan inisial DDS dan R," ujar Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat dihubungi, Senin (24/2/2020).

Penetapan status tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

Dari Video yang tayang di Youtube Kompas TV, tiga tersangka tersebut sedang berada di markas polisi dikawal oleh aparat kepolisian masuk ke markas polisi.

Mereka semua mengenakan pakaian tersangka berwarna oranye. Kepala mereka tampak botak.

Sampai saat ini sudah ada 22 orang yang diperiksa.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved