Puasa Rajab

Puasa Rajab Bid'ah atau Sunnah? Ini Kata Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat & Buya Yahya

Puasa Rajab Bid'ah atau Sunnah? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat & Buya Yahya Berikut Dalil-Dalilnya

Penulis: Bebet I Hidayat | Editor: Bebet I Hidayat

POS-KUPANG.COM - Puasa Rajab Bid'ah atau Sunnah? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat & Buya Yahya Berikut Dalil-Dalilnya 

1 Rajab 1441 Hijriyah akan jatuh pada Selasa (25/2/2020) ini.

Rajab adalah bulan kedelapan dalam penanggalan Qamariyah atau Hijriyah.

Hitungan tahun Qamariah mengacu kepada perhitungan Bulan.

Namun akhir-akhir ini muncul kontraversi Puasa Rajab. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan Buya Yahya Al Bahjah berikut seperti yang dimuat dalam akun instagramnya.

 Niat dan Jadwal Puasa Rajab 25 Februari 2020, Lengkap dengan Amalan dan Doa Dibaca Rasulullah SAW

 Ini Doa Yang Dibaca Nabi Muhammad SAW, Bulan Rajab Lengkap dengan Puasa Rajab Jatuh 25 Februari 2020

 Bacaan Doa dan Niat Puasa Senin Kamis serta Manfaat Menakjubkan bagi Tubuh Yang Jarang Diketahui

BENARKAH PUASA RAJAB ITU BID’AH?

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Buya, saya pernah mendengar sebagian orang, mereka berkata kalau puasa di bulan Rajab itu bid’ah. Apakah benar seperti itu Buya? mohon penjelasannya.

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Bulan Rajab adalah Bulan Haram yang dimuliakan Allah SWT. Puasa adalah sebaik-baik ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Kapan saja, kecuali 5 hari yang dilarang. Hari - hari yang dilarang adalah 2 hari Raya dan 3 hari Tasyrik. Selain dari itu secara umum disunnahkan kita memperbanyak puasa.
Adapun bulan Rajab adalah bulan mulia yang juga boleh kita berpuasa di dalamnya bahkan sangat dianjurkan seperti disebutkan dalam hadits shahih riwayat Abu Daud juz 2 hal. 322, petunjuk Rasulullah SAW untuk Abi Mujibah Al- Bahili seorang yang sangat rajin berpuasa agar berpuasa di bulan haram dengan sabdanya (yang artinya): “Berpuasalah di bulan haram.” Ringkasnya, puasa di bulan Rajab adalah sangat dianjurkan dan ini adalah yang dikukuhkan oleh para ulama 4 Madzhab.

Adapun hadits-hadits tentang keutamaan puasa bulan Rajab yang sering dibawa oleh sebagian orang, banyak hadits- hadits palsu yang tidak boleh dihadirkan.
Kesimpulannya puasa bulan Rajab bukanlah bid’ah, akan tetapi sunnah. Justru yang membid’ahkan itulah ahli bid’ah.

Untuk kesempurnaan jawaban ini, ada risalah kami yang berjudul “KONTROVERSI PUASA RAJAB : SUNNAH ATAU BID’AH?”.
Wallahu a’lam bish-shawab

Menurut Buya Yahya, kontroversi hukum Puasa Rajab: Sunnah/Bid'ah, banyak terjadi perbedaan pendapat tentang hukum Puasa Rajab.

Lalu bagaimana pendapat ulama Ahlussunnah Wal Jamaah mengenai hal tersebut?

Mari ketahui secara detail dalil-dalil hukum berpuasa di bulan Rajab pada risalah Buya Yahya.

Penjelasan lebih lengkapnya dari Buya Yahya Al Bahjah terkait Puasa Rajab ini silakan KLIK DI SINI

Puasa di bulan Rajab Menurut Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat

Bulan Rajab adalah satu dari empat bulan yang dimuliakan.

Saat bulan Rajab, masyakarat berlomba-lomba untuk melaksanakan ibadah, satu di antaranya berpuasa.

Puasa di bulan Rajab yang dimaksud adalah puasa sunnah yang sama dengan puasa di bulan lain.

Seperti puasa Senin Kamis, puasa Nabi Daud dan juga puasa Ayyamul Bidh.

Dikutip dari Tribun Pontianak, Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, tentang puasa di bulan Rajab disebutkan di dalam hadits Muslim pada nomor hadits 1960.

Hadits ini riwayat Sayyidah 'Aisyah, dikuatkan keterangan Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Muhammad SAW, sering meningkatkan puasa di bulan hurum termasuk bulan Rajab.

"Saya terkadang sering meilihat Nabi Muhammad SAW sering puasa, seakan-akan nggak buka. Tapi juga sering melihat beliau buka seakan-akan tidak puasa," kata Ustadz Adi Hidayat mengutip hadits dari Sayyidah 'Aisyah dan Ibnu Abbas RA.

"Maksudnya apa? Kalau kemudian anda ingin meningkatkan puasa di bulan hurum seperti Rajab itu boleh-boleh saja. Walaupun tidak ada kekhusunan mengkhususkan puasa di satu bulan saja. Tapi kalau ingin meningkatkan puasa, silakan," kata Ustadz Adi Hidayat.

Ya Ustadz Adi Hidayat menegaskan, puasa di buln Rajab hukumnya Sunnah.

"Mau Senin puasa, silakan, mau Kamis puasa, silakan. Pengen puasa Senin Kamis, silakan. Puasa Nabi Daud, puasa Ayyamul Bidh, silakan. Atau pengen puasa beruntut, Senin puasa, Selasa puasa, Rabu puasa, Kamis tidak, boleh," kata Ustadz Adi Hidayat.

Hal serupa disampaikan Ustadz Abdul Somad.

UAS atau Ustadz Abdul Somad mengatakan, dalam hadits riwayatkan Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad, Rasulullah SAW bersabda: Berpuasalah engkau di bulan-bulan haram.

"Bulan haram itu apa? Zulqo'dah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Jadi haditsnya umum," kata Ustadz Abdul Somad.

Lalu mana yang bid'ah? 

"Siapa yang puasa satu hari di bulan Rajab tanggal satu, maka seperti puasa satu tahun. Siapa yang puasa dua hari, maka seperti puasa dua tahun. Siapa yang puasa tujuh hari, maka terbukalah pintu surga. Siapa yang mengirimkan ini kepada tujuh temannya, maka dapatlah tujuh berkah. Siapa yang tidak mengirim, maka akan turun tujuh laknat, itu yang bid'ah," kata Ustadz Abdul Somad.

Lafadz Niat & Hukum Puasa Rajab: Hal Dianjurkan & Dilarang di Bulan Rajab Menurut Ustad Abdul Somad

Memasuki 1 Rajab, berikut doa-doa yang dibaca Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Doa Rasulullah SAW saat memasuki bulan Rajab.

Bulan Rajab 1441 H akan tiba pada Selasa (25/2/2020) besok.

Saat memasuki Bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan.

Tak hanya Rajab dan Ramadhan, ada beberapa bulan haram lain, yakni bulan Dzulwadah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Ketika memasuki bulan Rajab, ada doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca.

Keutamaan bulan Rajab ()

Berikut adalah doa Rasulullah saat memasuki bulan Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

Lantas apa makna dan keutamaan Bulan Rajab?, berikut penjelasan para ulama.

Menurut Ustadz Abdul Somad dalam sebuah video ceramahnya, tak ada ketentuan khusus disebutkan dalam Alquran atau hadis Nabi Muhammad tentang amalan di bulan ini.

“Hadis Rasulullah tentang keutamaan bulan Rajab sahih, tetapi tak ada disebutkan tentang amalan khususnya. Cuma disebutkan secara umum yaitu berpuasalah di bulan-bulan haram."

"Haram di sini berarti mulia, berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu hurum, berarti kehormatan, mulia. Jadi bulan-bulan haram itu artinya adalah bulan-bulan mulia,” jelasnya.

Bulan haram dalan Islam ada empat, yaitu Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab.

“Sesuai hadis tersebut, disebutkan anjuran agar kita berpuasa di bulan-bulan ini. Jadi, khusus Rajab tak ada dijelaskan apa saja amalan khususnya karena di hadis ini penjelasannya secara umum tak mengkhususkan ke Rajab,” tambahnya.

Selama bulan Rajab, selain berpuasa, kita bisa menghiasinya dengan amalan-amalan baik lainnya jika mau.

Misalnya, berzikir, membaca Alquran, bersedekah dan sebagainya.

Ustad Abdul Somad juga membeberkan beberapa amalan sunnah dan Bidah di Bulan Rajab.

Berikut video penjelasan Ustad Abdul Somad.

Sementara itu, menurut Ustadz Khalid Basalamah, ada lagi keistimewaan lainnya dari Rajab.

Dalam sebuah video ceramahnya, ia menjelaskan tentang tafsir Surah Attaubah ayat 36 yang menjelaskan tentang larangan Allah berbuat maksiat di bulan-bulan haram ini.

“Artinya, itulah ajaran agama yang lurus, janganlah kalian menzalimi diri kalian di bulan-bulan mulia ini,” ujarnya menjelaskan terjemahan ayat tersebut.

Imam Qurtubi dalam sebuah tafsirnya tentang ayat ini menjelaskan bahwa siapa pun yang berbuat maksiat atau menzalimi dirinya di empat bulan mulia ini akan mendapatkan dosa yang berlipat ganda.

Demikian pula jika kita berbuat baik, maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda pula.

“Dan ini disepakati pula oleh ulama-ulama tafsir lainnya,” tambahnya.

Di antara empat bulan istimewa ini hanya Zulhijjah dan Muharram yang ada amalan khususnya, yaitu di Zulhijjah ada puasa Arafah tanggal sembilan, tanggal sepuluhnya ada Hari Raya Idul Adha dan tanggal 11,12 dan 13-nya ada hari Tasyrik.

Kemudian di Muharram ada puasa Tasua dan Asyura pada tanggal sembilan dan sepuluhnya. Nah, kalau bulan Rajab tak ada ini, hanya disuruh banyak-banyak berbuat baik dan ganjarannya akan dilipatgandakan,” jelasnya.

Adapun berpuasa di bulan Rajab memiliki banyak keutamaan.

Seperti yang dijelaskan hadits berikut:

“Sesungguhnya di Surga ada suatu sungai bernama ‘rajab’, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.” (H. R. Bukhori Muslim)

“Berpuasa pada hari pertama bulan Rajab menghapus dosa selama tiga tahun, berpuasa pada hari kedua menghapus dosa selama dua tahun, berpuasa pada hari ketiga menghapus dosa selama setahun, kemudian untuk setiap harinya selama sebulan.” (H. R. Al Khilal dalam Fadhoil syahrur Rojab).

Doa dan Amalan-amalan

Bulan Rajab 1440 H akan jatuh pada Jumat 8 Maret 2019 artinya sebentar lagi kita akan memasuki bulan ke-7 dalam kalender Hijriyah.

Bulan Rajab disebut juga bulan haram (bulan mulia) selain bulan Ramadhan bersama Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah, dan Muharram.

Karena kemuliannya itu pula, umat muslim seyogyanya memperbanyak amalan-amalan yang menambah pahala di bulan ini.

Satu di antara ibadah tersebut adalah melaksanakan puasa Rajab.

Hadits yang meriwayatkan puasa di bulan Rajab adalah dhaif, sehingga bila dilakukan adalah bid'ah.

Namun, ada pula yang berpendapat bahwa puasa Rajab hukumnya sunah, bila dilaksanakan di waktu-waktu yang tidak dilarang.

Seperti TribunJogja.com kutip dari Tebu Ireng Online, ada beberapa riwayat yang menerangkan keutamaan puasa Rajab.

Puasa tanggal 1 Rajab sama dengan menghapus dosa 3 tahun.

Puasa tanggal 2 sama dengan menghapus dosa 2 tahun.

Puasa tanggal 3 sama dengan menghapus dosa 1 tahun.

Adapun niat puasa Rajab adalah sebagai berikut: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu sauma ghadin fi syahri rojabi sunatan lillahi ta'alaa."

Selain melaksanakan puasa pada tanggal-tanggal yang disebutkan di atas, umat muslim juga bisa melaksanakan puasa Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh ini sebenarnya tidak hanya dilaksanakan setiap bulan Rajab saja, tapi pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan lain dalam kalender hijriah.

Berikut niat puasa Ayyamul Bidh yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 pada bulan Hijriah:

NAWAITU SAUMA AYYAMI BIDH SUNNATAN LILLAHI TA’ALA

Saya niat puasa pada hari-hari putih , sunnah karena Allah ta’ala.”

Nah, selain berpuasa, ada pula ibadah lainnya yang baik diamalkan di bulan Rajab seperti:

1. Memperbanyak sayyidul istighfar

Umat muslim dianjurkan untuk banyak memohon ampun atas dosa-dosanya di bulan Rajab.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca sayyidul istighfar saat pagi dan sore.

Barang siapa yang membaca ini dan meninggal, maka ia masuk surga.

Adapun bacaan sayyidul istighfar adalah:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَعْتَرِفُ بِذُنُوبِي فَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

"Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

2. Memperbanyak doa

Saat memasuki bulan Rajab, Rasulullah SAW membaca doa ini:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَاَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ

"Allohumma baarik lanaa fii rojaba wa sya'banaa wa ballighnaa romadhonaa."

"Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rojab dan Sya'ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan."

3. Membaca istighfar Rajab

Banyak di antara kita mungkin masih sedikit asing dengan bacaan Istighfar Rajab.

Namun bila membaca setidaknya dua atau empat kali Istighfar Rajab di dalam hidupnya, niscaya Allah akan mengampuni dosanya, meskipun ditetapkan akan masuk neraka.

4. Bacaan terakhir bulan Rajab

Di hari Jumat terakhir bulan Rajab saat khotib salat jumat duduk di antara dua khutbah, maka seorang muslim dianjurkan untuk membaca doa ini sebanyak 35 kali:

اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ × ٣٥

Bila membaca doa tersebut, insyaallah sakunya tidak akan sepi dari uang, asalkan diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh.

5. Doa pagi dan sore

Setelah salat Subuh dan Maghrib, hendaknya seorang muslim membaca doa ini sebanyak 70 kali sambil mengangkat tangan, agar terhindar dari api neraka.

ربِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ

Itulah amalan-amalan baik di bulan Rajab untuk menambah pundi-pundi pahala kita. ( POS-KUPANG.COM/bet)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved