Niat Membeli Cicin Nikah di Kupang, Pasutri Asal Timor Leste Akhirnya Medekam di Penjara

Setelah mendapat barang haram tersebut, Jose mengajak istrinya, Ansa untuk datang sama-sama ke Kupang

Niat Membeli Cicin Nikah di Kupang, Pasutri Asal Timor Leste Akhirnya Medekam di Penjara
POS KUPANG/TENI JENAHAS
Pasangan suami istri, Jose Soares Parera dan Anjelina Soares, terpidana kasus membawa narkotika mendapat penguatan dari keluarga usai sidang putusan di PN Atambua, Rabu (26/2/2020). 

Niat Membeli Cicin Nikah di Kupang, Pasutri Asal Timor Leste Akhirnya Medekam di Penjara

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Pasangan suami istri, Jose Soares Parera (34) alias Jose dan Anjelina Soares (31) alias Ansa, asal Negara Timor Leste dijatuhkan pidana penjara masing-masing 10 tahun dan lima tahun penjara karena terbukti secara sah melakukan tindak pidana membawa narkoba masuk Indonesia.

Dalam catatan Pos Kupang, kisah perjalanan hidup Jose dan Ansa bisa dikatakan unik. Hari Rabu merupakan momen kelabu dalam kisah perjalanan hidup pasutri ini dari Timor Leste menuju Kupang-Indonesia.

Awalnya mereka diamankan petugas Bea dan Cukai di PLBN Motaain, karena diduga membawa barang sejenis narkoba, Rabu (29/5/2019) sekitar pukul 11.30 Wita

Proses hukum terus berjalan mulai dari penyidikan di Polres Belu kemudian di Kejaksaan
dan berakhir pula di hari Rabu, (26/2/2019), pukul 11.45 Wita kedua terdakwa dijatuhkan hukuman pidana oleh Hakim PN Atambua.

Terdakwa 2, Ansa dijatuhkan hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 1 M. Selanjutnya, sekitar pukul 12.23 Wita, terdakwa 1, Jose vonis dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 1 M.

Kisah perjalan pasutri ini tak hanya pada kesamaan hari peristiwa tetapi juga "menyadang" status dari tersangka hingga status terpidana terjadi pada hari dan tanggal yang sama. Ini memang unik.

Pasca diamankan petugas Bea dan Cukai Atambua, Satres Narkoba Polres Belu melakukan penyelidikan dan penyidikan dan tepatnya, Rabu (26/6/2019) pukul 10.00 Wita, Kapolres Belu, AKBP Christian Tobing menggelar konferensi pers terkait status kedua pelaku ditingkatkan menjadi tersangka. Di hari dan tanggal yang sama pula, Rabu (26/2/2020), Jose dan Ansa diberi "nama baru" sebagai terpidana setelah Hakim PN Atambua mengetuk palu tiga kali.

Saat diwawancara Pos Kupang.Com, Jose mengaku, baru pertama kali menjadi kurir narkoba untuk diselundupkan ke Indonesia. Ia dibayar 200 dolar per hari sebagai uang makan dan operasional. Setelah mendapat barang haram tersebut, Jose mengajak istrinya, Ansa untuk datang sama-sama ke Kupang-Indonesia.

Untuk menyakinkan istrinya, Jose terpaksa menipu istrinya. Ia menyampaikan bahwa tujuan mereka ke Kupang adalah untuk membeli cincin nikah. Tipu daya sang suami berhasil meluluhkan hati sang istri yang penuh dengan kejujuran.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo Adakan Pelatihan Bagi Fasilitator Daerah

Ahok Disindir Keras Anak Buah Prabowo Mengenai Kelakuannya Sebagai Komisaris Utama Pertamina

Simak Yuk, Saat Para Relawan Mulai Sosialisasi Tentang HIV dan Aids di Lembata

Namun, niat awal Jose dan Ansa untuk membeli cincin nikah di Kupang dan setelah kembali ke Timor Leste akan melangsungkan pernikahan, tak kesampaian. Malah Jose dan Ansa harus mendekam di rumah penjara. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved