Karyawan SPBU Ditangkap Polisi

Tersangka Kasus Penyalagunaan Narkotika Jenis Ganja, RAD Mengaku Akan Bertobat

Oknum karyawan SPBU di Kilo 2 Kota Waingapu, yang merupakan warga Mboka, Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Tersangka RAD alias R sedang diwawancarai di Mapolres Sumba Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU----Oknum karyawan SPBU di Kilo 2 Kota Waingapu, yang merupakan warga Mboka, Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur berinisial RAD alias R (37)
ditangkap kepolisian dari Polres Sumba Timur lantaran terlibat penyalahgunaan narkotika jenis ganja seberat 3,82 gram. Akibat perbuatnya itu, tersangka R terancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

Terjerat kasus ini tersangka R kepada wartawan di Mapolres Sumba Timur, Senin (24/2/2020) mengaku ia bertobat dan tidak akan menggunakan lagi narkotika.

"Saya mau berhenti dan bertobat, kalau saya keluar dari penjara saya tidak akan juga cari jaringan lain dan akan berhenti gunakan ini, saya betul-betul bertobat"ungkap R.

R juga merasah kasihan, akibat ulahnya itu dan harus berurusan dengan hukum, ia harus tinggalkan istri dan 2 orang anaknya dua yang masih kecil. "Sekarang baru saya rasa kasihan kasi tinggal istri dan anak saya. Saya sudah ditahan sudah 1 bulan lebih, hampir tiap minggu istri dan anak saya datang menjenguk,"ungkapnya dengan nada terbata-bata.

R juga mengaku sudah lama memakai ganja tersebut. Ia memakai ganja rasanya biasa-biasa saja.

"Sudah lama pakai dan rasanya biasa-biasa saja,"ungkap R.

R juga mengaku barang haram tersebut ia peroleh dari kawannya di Bali mengirimnya menggunakan kapal laut. Sedangkan sistem pembayaranya langsung ditransfer melalui nomor rekening bank yang bersangkutan.

"Saya biasa sekali beli Rp 500 ribu, beratnya saya tidak tahu kalau harganya begitu. Itu untuk saya komsumsi sendiri tidak bagikan ke kawan-kawan lain,"ungkapnya.

Kapolres Sumba Timur AKBP Handrio Wicaksono, S.I.K dalam Press Release kepada wartawan yang berlangsung di Aula Jananuraga, Polres Sumba Timur, Senin (24/2/2020) menjelaskan, akibat perbuatanya itu tersangka R dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009, atau pasal 112 ayat (1) No.35 Tahun 2009 dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU No.35 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000 dan paling banyak Rp. 8.000.000.000.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved