Salam Pos Kupang

Rokok Elektrik, Amankah?

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: rokok elektrik, amankah?

Rokok Elektrik, Amankah?
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca dan simak isi Salam Pos Kupang berjudul: rokok elektrik, amankah?

POS-KUPANG.COM - TREN rokok elektik atau vape merambah NTT, khususnya Kota Kupang. Banyak dilihat di beberapa tempat, kepulan asap bak cerobong yang keluar dari mulut penghisap vape. Asapnya sangat banyak dibandingkan dengan kepulan asap rokok. Namun, sejumlah orang beranggapan tak membahayakan, benarkah?

Dikutip dari Kompas.com, cairan rokok elektrik ini mengandung propilen glikol atau gliserin, nikotin, dan penambah rasa.

KPUD TTU Terima Dokumen Syarat Dukungan Paket AYO

Propilen glikol atau gliserin berfungsi untuk memproduksi uap air. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup propilen glikol dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan pada beberapa individu.

Nikotin ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik. Penambah rasa, seperti rasa cokelat, vanila, buah-buahan, dan lainnya, sehingga perokok elektrik dapat menikmati sensasi rasa tertentu dalam setiap hisapannya.

Komponen lainnya yaitu tobacco-specific nitrosamine (TSNA). TSNA merupakan senyawa karsinogen yang ditemukan dalam tembakau dan rokok tembakau. Nitrosamin dalam jumlah sedikit ditemukan dalam cairan rokok elektrik. Semakin tinggi kadar nikotin, semakin tinggi juga kadar TSNA.

Persib Bandung Kantong 3 Calon Kapten Tim Maung Musim Liga 1 2020, Robert Segera Resmikan, Info

Selain TSNA, juga ditemukan kandungan senyawa logam, seperti kromium, nikel, dan timah. Tak hanya itu, sejumlah risiko lebih berbahaya terhadap kesehatan. Meski berbeda dengan rokok tembakau, memang tidak mengandung zat berbahaya di dalamnya seperti tar dan karbon monoksida. Namun, hal ini bukan menandakan kalau vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau.

Justru, vape memiliki kandungan zat kimia yang berbahaya di dalamnya seperti nikotin, asetaldehida, akrolein, propanal, logam berat, dan diasetil yang dimana hampir sama dengan rokok tembakau. Zat kimia berbahaya inilah yang bisa mengancam kesehatan jiwa dan raga.

Bahaya menggunakan vape ini juga sesuai dengan laporan WHO. Selain itu, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa vape memiliki risiko lebih berbahaya ketimbang rokok konvensional.

Ada beberapa akibat, yaitu menyebabkan kecanduan, menyebabkan penyakit jantung, meningkatkan risiko penyakit paru, menimbulkan sel kanker dan membahayakan orang-orang sekitar.

Adanya kandungan nikotin di dalam vape dapat menimbulkan efek ketergantungan. Oleh karena itu, seseorang mungkin bisa berhenti merokok tembakau, dan menjadi kecanduan vape. Ini sama bahayanya, karena pada dasarnya vape mengandung zat kimia berbahaya yang bisa menimbulkan efek buruk bagi tubuh.

Di dalam vape juga terdapat kandungan tembakau. Walaupun tidak sebanyak rokok tembakau, zat nikotin yang terkandung dalam vape juga dapat menimbulkan gangguan pada pembuluh darah arteri. Kejadian ini bisa memengaruhi kerja jantung, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Layaknya rokok tembakau, vape digunakan dengan cara dihisap. Tentunya ini dapat memengaruhi kesehatan paru-paru kamu secara langsung. Karena zat kimia yang terkandung di dalam vape bisa menimbulkan reaksi peradangan dan kerusakan jaringan paru.

Nikotin cair beserta zat pelarut propilen glikol, gliserin, dan dieter glikol jika dipanaskan akan menghasilkan zat nitrosamine. Zat inilah yang dapat memicu terjadinya kanker.

Paparan nikotin pada orang lain dapat menimbulkan kecanduan. Sedangkan pada anak, hal ini dapat menimbulkan ganguuan perkembangan otak. Selain itu, paparan nikotin pada ibu hamil juga dapat memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan.
So, masih amankan rokok elektrik ini? *

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved