Pandangan Aktivis Sosial Manggarai Barat Romo Silvi Mongko Soal Investor Masuk Labuan Bajo

Pandangan aktivis sosial Manggarai Barat Romo Silvi Mongko soal investor masuk Labuan Bajo

Pandangan Aktivis Sosial Manggarai Barat Romo Silvi Mongko Soal Investor Masuk Labuan Bajo
ISTIMEWA
Romo Silvi Mongko 

Pandangan aktivis sosial Manggarai Barat Romo Silvi Mongko soal investor masuk Labuan Bajo

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Salah satu aktivis sosial di Manggarai Barat (Mabar) Romo Silvi Mongko, memberikan catatan kritis terhadap geliat investasi di Labuan Bajo yang kini sudah menjadi destinasi pariwisata super premium.

"Aktor-aktor bisnis dari luar termasuk investor menyusup masuk hanya berpikir dari sisi kepentingan profit bisnis. Bahkan investor kelas elit berupaya untuk mengambil alih kekuasaan lokal. Ini indikasi bahaya state capture corruption, praktik kuasa di luar negara tapi seolah-olah atas nama negara dan mengambil alih kekuasaan negara," kata Silvi kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (25/2/2020).

Perkosa Siswi Sejak Kelas VI SD Hingga Kelas X SMA Kepala Sekolah Ditahan, Diancam 15 Tahun Penjara

Bahkan kata dia, investor mendikte negara untuk tujuan kepentingan ekonomi politik kelompoknya sendiri.

Menurutnya, ini sekaligus menguburkan kedalautan lokal atau indigineous sovereignty.

Mengaku Polisi, 4 Pria Memukul dan Menyeret Pelajar SMK dari Kelas, Begini Kronologi

"Sangat merugikan daerah kita kalau masyarakat lokal dan kelompok mayoritas kelas menengah mengambil sikap diam atau silent majority," kata Silvi.

Dia menabahkan, untuk ekpansi kepentingan bisnis, para kapitalis sudah pasti berupaya menguasai lahan sebanyak mungkin.

"Tak heran kalau kawasan strategis Labuan Bajo dan sekitarnya sudah dikuasai para pemilik modal berduit. Bersamaan itu, eskalasi konflik lahan di Labuan Bajo terus meningkat. Artinya, elite dari luar, entah dari Jakarta, Bali atau luar negeri, sudah melihat Labuan Bajo dengan segala potensi pariwisatanya sebagai aset besar yang menjanjikan untuk kepentingan investasi," kata Silvi.

Pertanyaan kritisnya kata dia, yaitu
di mana kepentingan masyarakat lokal dalam pertarungan investasi ini? (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved