Dinas Peternakan Himbau Jangan Konsumsi Daging Babi Mati

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan mengimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi daging babi mati

POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Kepala Dinas Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri 

POS KUPANG.COM| ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Peternakan mengimbau masyarakat agar tidak mengkonsumsi daging babi mati. Walaupun himbuan ini belum disampaikan secara tertulis namun petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Belu menyampaikan langsung kepada masyarakat ketika mereka berada di lapangan melakukan penanganan babi sehat milik masyarakat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (24/2/2020).

Renungan Harian Katolik Senin 24 Februari 2020 Permohonan dan Iman Markus 9:14-29

Dikatakannya, petugas Dinas Peternakan sudah menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi daging babi mati. Babi mati akibat terserang virus harus dikuburkan. Dihimbau kepada masyarakat tidak membuang babi mati di hutan dan kawasan terbuka hijau.

Kepada masyarakat agar lebih cermat memilih daging babi dan sebaiknya membeli daging babi di pasar karena babi yang di potong itu sudah melalui pemeriksaan oleh petugas di Rumah Potong Hewan (RPH).

Pemilik rumah makan yang menyediakan menu daging babi, Ristin mengatakan, ia masih menjual menu daging babi karena masih banyak permintaan konsumen akan menu daging babi.

Laksanakan Tinju Adat, Dirjen PDT Minta Jaga Warisan Budaya

Risti membeli daging babi di pasar karena ia yakin, daging babi yang dijual di pasar sudah melalui pemeriksaan oleh petugas kesehatan hewan dan daging babi layak konsumsi.

Ditanya soal harga daging babi, Risti mengaku masih stabil yakni Rp 75.000 per kilogram. Harga daging babi tidak mengalami perubahan sejak dari dulu.

"Harga masih 75 ribu. Kalau kita yang langganan bisa kasih 70 ribu", ungkapnya.

Risti menambahkan, setiap membeli daging babi di pasar, ia selalu mengingatkan penjual daging babi agar tidak menjual daging babi yang sakit karena daging babi yang ia beli itu untuk dijual di warung.

"Saya selalu omong ke mereka, jangan sampai kamu (penjual-Red) jual daging babi mati. Tapi mereka bilang, tidak ibu, kami jual daging babi sehat yang sudah diperiksa oleh petugas", cerita Risti meniru percakapannya dengan penjual daging babi. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved