Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Terima BMN PLTBm Bondohula

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat (Sumbar) menerima Bantuan Milik Negara PLTBm Bondohula dari Direktorat Jenderal Energi Baru

POS KUPANG/ISTIMEWA
Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole (kedua kanan) saat menerima dokumen Bantuan Milik Negara PLTBm Bondohula dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di Ruang Rapat Ditjen EBTKE Lantai 2, Jakarta Pusat, Jumat, (21/2/2020). 

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Terima BMN PLTBm Bondohula

POS KUPANG.COM|JAKARTA-- Pemerintah Kabupaten Sumba Barat (Sumbar) menerima Bantuan Milik Negara PLTBm Bondohula dari Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi di Ruang Rapat Ditjen EBTKE Lantai 2, Jakarta Pusat, Jumat, (21/2/2020).

Dalam siaran pers yang dikirim Kabag Humas, Ridho Samani, Minggu (23/2/2020), Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Ditjen EBTKE atas representasi kepedulian dan keberpihakan pemerintah pusat terhadap pembangunan energi dan sumber daya mineral di Kabupaten Sumba Barat.

"Kami sungguh sangat sadari bahwa pembangunan bidang energi ini masih jauh dari harapan," ujar Bupati Niga Dapawole.

"Pulau Sumba telah ditetapkan sebagai ikon percontohan untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Inisiatif pengembangan Pulau Sumba sebagai ikon energi terbarukan diperkenalkan oleh Hivos sebagai Sumba Iconic Island (SII) dan mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia pada tahun 2010. Telah banyak dukungan program dan kegiatan untuk mewujudkan Sumba Iconik dalam pengembangan energi baru dan terbarukan, salah satunya berupa pembangunan PLT Biomassa 1 Mega Watt di Desa Bodohula Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat," jelas Bupati Niga Dapawole.

Namun, kata Bupati Niga Dapawole, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Sumba Barat belum bersedia menerima hibah dari Kementerian ESDM (PLTBm Bodohula masih merupakan aset Kementerian ESDM RI), walaupun pertemuan demi pertemuan guna membahas rencana hibah ini sudah dilakukan.

Hal ini disebabkan belum tersedianya tenaga SDM yang akan mengelola dan mengoperasikan PLTBm Bodohula,
belum tersedianya bahan baku berupa kayu kaliandra sebagai sumber energi, dimana untuk mengoprasikan pembangkit dengan kapasitas 1 MW membutuhkan kayu kaliandra sebanyak ± 30 ton per hari.

Selain itu, belum tersedianya dana untuk mengelola dan mengoperasikan PLTBm Bodohula serta dana pendukung lainnya, belum dilakukannya uji kelayakan teknis operasional semua perangkat sarana prasarana yang ada di PLTBm Bodohula dan belum adanya dokumen UKL/UPL sebagai syarat untuk memperoleh izin lingkungan.

Bupati Niga Dapawole juga menyampaikan bahwa terhadap upaya fasilitas dan bantuan pihak Kementerian ESDM untuk menyediakan pihak lain yang mampu mengelola dan mengoperasionalkan PLTBm Bodohula yakni PT. PLN (Persero), dimana pada tanggal 18 April 2018 telah ditandatangani dokumen Perjanjian Kerja sama antara Dirtjen EBTKE - Kementerian ESDM dan PT. PLN (Persero) tentang pengoprasian dan pemeliharaan BMN pada sistem PLTBm di Kabupaten Sumba Bara.

Bupati Niga Dapawole atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mengucapkan terima kasih walaupun kondisi yang terjadi di lapangan belum berjalan sesuai dengan perjanjian yang sudah dibangun.

Halaman
12
Penulis: Gerardus Manyela
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved