News

Pasola Lamboya-Sumbar Ricuh Berubah Jadi Arena Perang Batu, Penonton Kocar-kacir, Ini Penyebabnya

Dua kelompok warga Lamboya pelaku atraksi pasola yang menunggang kuda bersenjatakan lembing berlari keliling lapangan saling menyerang

Pasola Lamboya-Sumbar Ricuh Berubah Jadi Arena Perang Batu, Penonton Kocar-kacir, Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Ratusan ekor kuda bertarung di arena pasola. Ini foto pasola Lamboya yang berlangsung belum lama ini. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Petrus Piter

POS KUPANG, COM, WAIKABUBAK - Ribuan penonton meninggalkan arena pasola karena terjadi kericuhan antardua kelompok yang berlaga di lapangan Pasola Lamboya yakni antara kelompok Lamboya atas dan Lamboya bawah, Kamis (20/2), pukul 11.00 Wita.

Dua kelompok warga Lamboya pelaku atraksi pasola yang menunggang kuda bersenjatakan lembing berlari keliling lapangan saling menyerang dengan melemparkan lembing ke arah lawan justru berubah menjadi perang batu. Hal itu terjadi karena setelah salah satu peserta pasola jatuh terkena lemparan lembing lawan.

Melihat temannya terjatuh, sesama temannya beramai-ramai mengambil batu mengejar dan melempari lawannya. Tak terima kejadian itu, maka kedua belah pihak terlibat perang batu.

Namun kejadian itu tidak berlangsung lama berkat kesigapan aparat kepolisian Polres Sumba Barat dan anggota Kodim 1613 Sumba Barat yang sejak pagi hari disiagakan di lokasi kegiatan pasola berhasil meredamnya.

Aparat kepolisoan terpaksa beberapa kali mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan aksi saling lempar batu itu.

Seperti disaksikan Pos Kupang, Kamis (20/2), atraksi pasola di lapangan Pasola Lamboya berlangsung sekitar pukul 09.30 wita setelah selesai pasola di Pantai Lamboya.

Atraksi pasola dilaksanakan dua kelompok warga Lamboya yakni Lamboya atas dan Lamboya bawah. Masing-masing kelompok berjumlah puluhan pemain yang menunggang kuda, bersenjatakan lembing berdiri berhadapan-hadapan untuk saling menyerang dengan melemparkan lembing.

Atraksi tersebut berlangsung setelah para rato (tua adat) resmi menggelar ritual adat di lapangan pasola dan resmi dibuka Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Sumba Barat, Yeremias Ndapa Doda.

Tampak ribuan penonton lokal, domestik dan mancanegara datang menggunakan mobil serta sepeda motor telah memadati sekeliling lapangan pasola.

Halaman
12
Penulis: Petrus Piter
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved