Kontroversi Pasal-pasal UU Ketahanan Keluarga, Mentatur Lesbian , Homoseksual hingga Urusan Ranjang

Kontroversi Pasal-pasal UU Ketahanan Keluarga, Mentatur Lesbian , Homoseksual hingga Urusan Ranjang

Kontroversi Pasal-pasal UU Ketahanan Keluarga, Mentatur Lesbian , Homoseksual hingga Urusan Ranjang
Shutterstock
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM,  JAKARTA-- Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga langsung menuai pro kontra di tengah masyarakat

Kontroversi UU ini lantaran mengatur hingga urusan privasi keluarga bahkan urusan kamar tidur dan ranjang dialam keluarga

Rancangan UU ini dikritik sejumlah pihak karena dianggap terlalu mencampuri urusan pribadi.

RUU itu di antaranya mengatur tentang kewajiban suami dan istri dalam pernikahan hingga wajib lapor bagi keluarga atau individu pelaku LGBT.

Aktivitas seksual sadisme dan masokisme juga dikategorikan sebagai penyimpangan seksual dalam RUU tersebut sehingga wajib dilaporkan.

RUU Ketahanan Keluarga ini merupakan usul DPR dan masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas prioritas) 2020.

 Pengusulnya adalah anggota Fraksi PKS Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani, anggota Fraksi Golkar Endang Maria Astuti, anggota Fraksi Gerindra Sodik Mujahid, dan anggota Fraksi PAN Ali Taher.

Dirangkum Kompas.com, berikut sejumlah pasal kontroversial dalam RUU Ketahanan Keluarga: LGBT tergolong penyimpangan seksual Keluarga atau individu homoseksual dan lesbian wajib melapor.

Aturan itu tertuang dalam Pasal 85-89 RUU Ketahanan Keluarga. Pasal 85 mengatur tentang penanganan krisis keluarga karena penyimpangan seksual.

Penyimpangan seksual yang dimaksud dalam Pasal 85, salah satunya adalah homoseksualitas.

Halaman
1234
Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved