Rabu, 15 April 2026

Warga Harapkan Hasil Musrenbang Dapat Mengubah Wajah Kota Lewoleba

Hari Kamis (20/2/2020) Musrenbang RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2021 Tingkat Kecamatan Nubatukan berlangsung di Aula Kantor Camat Nubatukan

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Musrenbang RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2021 Tingkat Kecamatan Nubatukan berlangsung pada Kamis, (20/2/2020) di Aula Kantor Camat Nubatukan. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Hari Kamis (20/2/2020) Musrenbang RKPD Kabupaten Lembata Tahun 2021 Tingkat Kecamatan Nubatukan berlangsung di Aula Kantor Camat Nubatukan. Pada kesempatan diskusi kelompok, banyak warga yang kembali mengangkat masalah infrastruktur di dalam Kota Lewoleba yang masih sangat memprihatinkan.

Beberapa warga bahkan menyebutkan usulan peningkatan infrastruktur di dalam Kota Lewoleba seperti jalan, drainase, lampu penerangan jalan dan normalisasi sungai Waikomo bahkan sudah pernah diangkat pada tahun sebelumnya, tetapi hasilnya masih belum ada perubahan.

Kapolsek Kupang Tengah Usul hidupkan Kembali Poskamling

Oleh karena itu mereka sangat berharap hasil musrenbang kali ini bisa membawa dampak signifikan mengubah wajah Kota Lewoleba.

Warga Lewoleba, Yohakim Nuba Baran sebelum memulai diskusi bahkan menyebutkan kalau selama ini tidak ada pembangunan signifikan di dalam kota.

BREAKING NEWS: Empat Warga Amanuban Selatan Disambar Petir, Dua Tewas Ditempat, Dua Sekarat

"Kita omong ulang saja dari tahun sebelumnya dan forum sebelumnya. Manfaatnya apa. Masalah infrastuktur dalam kota masih jadi topik. Kita perlu tekan dominasi politik tapi kita lihat yang riil. Jangan sampai korbankan rakyat. Kita lihat hal hal prioritas dalam kota seperti jalan, lampu penerangan dan normalisasi Kali Waikomo," terangnya.

Hal senada juga diutarakan warga Desa Pada, Yan Banin yang menyebut topik-topik dalam musrenbang itu semuanya sudah pernah diangkat tahun sebelumnya, tetapi hasilnya masih nihil.

Oleh sebab itu, dia sangat berharap pemerintah dan anggota dewan bisa melihat kebutuhan konkret masyarakat tanpa ada kepentingan politik apa pun.

Dia berharap unsur-unsur politik seyogyanya perlu diabaikan dalam pembangunan daerah di masa mendatang sehingga rakyat tidak menjadi korban.

Yan menambahkan ada banyak sekali item-item usulan yang sudah pernah dibahas dalam musrenbang tahun lalu tetapi masih juga diangkat tahun ini karena tidak ada perubahan sama sekali.

Dia mencontohkan, jalan dari RS Damian-Terminal Barat dan jalan yang melewati tepi Sungai Waikomo menuju Pasar Pada yang sampai hari ini belum ada tanda-tanda perbaikan.

Bahkan lebih parahnya lagi, kata Yan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Waikomo itu sudah rusak karena dipakai perusahaan tertentu sebagai lokasi tambang atau galian.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lembata Ibrahim Begu mengatakan para kepala dinas sebaiknya mencatat baik-baik item-item usulan yang menjadi kebutuhan riil masyarakat dalam musrenbang supaya nanti kemudian dibahas di dalam gedung dewan.

Sebab, lanjutnya, jangan sampai saat pembahasan oleh legislatif bersama eksekutif, usulan-usulan warga itu tidak dimasukkan di level pengambil kebijakan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved