News

Gugat Ganti Rugi, Tak Sejengkal pun Fransiskus Mella Punya Tanah di Bendungan Temef, Kata Siapa Bro!

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pihak tergugat, juga dihadiri mantan Wakil Gubernur NTT, Beni Litelnoni.

Gugat Ganti Rugi, Tak Sejengkal pun Fransiskus Mella Punya Tanah di Bendungan Temef, Kata Siapa Bro!
istimewa
Pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten TTS 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Kota

POS KUPANG, COM, SOE - Sidang gugatan ganti rugi lahan Bendungan Temef kembali bergulir di Pengailan Negeri (PN) SoE, Selasa (18/2).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pihak tergugat, juga dihadiri mantan Wakil Gubernur NTT, Beni Litelnoni.

Tergugat menghadirkan tiga orang saksi, yaitu Aminadap Teflopo, Gidion Tefnai dan Erasmus Faot. Saksi Aminadap Teflopo dan Gidon Tefnai kompak menyebut jika tanah Desa Konbaki yang terkena dampak pembangunan Bendungan Temef bukan milik Fransiskus Mella, melainkan tanah milik Teflopo-Tefnai. Bahkan saksi Aminadap menyebut tidak sejengkel pun tanah di Konbaki milik Mella.

"Tanah Konbaki itu milik leluhur kami Teflopo-Tefnai, bukan tanah Mella. Oleh sebab itu, kalau ganti rugi lahan Desa Konbaki jatuh ke tangan Mella, kami tidak terima karena hingga hari ini Mella tidak ada tanah di Konbaki. Bahkan keturunan Mella tidak ada yang tinggal di Konbaki," ungkap kedua saksi di hadapan majelis hakim yang diketuai Wempi Duka, SH, didampingi Putu Dima Indra dan Putu Agung Putra Baharata.

Keduanya juga menjelaskan, sejak dulu hingga proses sosialisasi terkait rencana pembangunan Bendungan Temef tidak pernah ada orang, termasuk keluarga Mella yang mengugat tanah mereka.

Namun pasca sosialisasi berakhir, barulah terdengar adanya gugatan ganti rugi lahan dari Fransiskus Mella.

"Itu tanah (Desa Konbaki) merupakan tanah leluhur kami Teflopo dan Tefnai yang diwariskan kepada kami. Selama kami tinggal di situ tidak pernah ada orang yang mengklaim kalau tanah itu tanah mereka, termasuk dari keluarga Mella. Namun habis sosialisasi dan pengukuran lahan itu baru kami dengar kalau Mella ada gugat lahan Bendungan Temef katanya milik mereka," ujar keduanya.

Untuk diketahui, Aminadap Teflopo memiliki empat bidang lahan yang terkena dampak pembangunan Bendungan Temef. Kempat lahan tersebut terdiri dari dua lahan kering dan dua lahan basah.

Sedangkan Gidion Tefnai yang juga merupakan Kepala Dusun 3 memiliki 12 bidang tanah. Lima bidang merupakan lahan basah dan tujuh bidang lahan kering. Di atas lahan tersebut saat ini tumbuh tanaman umur panjang seperti asam, pinang, mangga dan beberapa tanaman produktif lainnya.

Diberitakan sebelumnya, Fransiskus Lodowik Mella menggugat ganti rugi tanah seluas 312 hektare di Desa Konbaki, Kecamatan Polen-TTS, yang masuk dalam lahan pembangunan Bendungan Temef. Tak tanggung-tanggung, Fransiskus Mella menggugat biaya ganti rugi lahan kepada pemerintah sebesar Rp 312 miliar atau per meternya dihargai dengan Rp 100.000.

Dalam gugutannya tersebut Mella didampingi kuasa hukum dari Firma ABP dan Paralegal LKBH Fakultas Hukum Undana. Ada empat pihak yang digugat oleh penggugat, yaitu Gubernur NTT, Kementerian PUPR, Bupati TTS dan Nindya Karya. Saat ini sidang perdata gugatan ganti rugi lahan tersebut masuk dalam tahap mediasi. *

Penulis: Dion Kota
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved