Napasabok Jadi Desa Bebas Malaria

deklarasi dan diikuti dengan pemukulan gong pertanda Desa Napasabok resmi dideklarasikan menjadi Desa Bebas Malaria untuk Kabupaten Lembata.

POS KUPANG/RICARDUS Wawo
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday bersama Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, Ketua Komisi III Antonius Leumara dan Wakil Ketua Komisi III, Gabriel P. Raring beserta para pimpinan OPD, Camat Ile Ape, Ketua Yayasan Papa Miskin dan Koordinator Lembaga Perdakhi Keuskupan Agung Ende menghadiri acara Deklarasi Gerakan Desa Napasabok dalam Mewujudkan Desa Bebas Malaria Tahun 2020 pada Selasa, (18/22020). 

Napasabok Jadi Desa Bebas Malaria

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday bersama Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, Ketua Komisi III Antonius Leumara dan Wakil Ketua Komisi III, Gabriel P. Raring beserta para pimpinan OPD, Camat Ile Ape, Ketua Yayasan Papa Miskin dan Koordinator Lembaga Perdakhi Keuskupan Agung Ende menghadiri acara Deklarasi Gerakan Desa Napasabok dalam Mewujudkan Desa Bebas Malaria Tahun 2020 pada Selasa, (18/22020).

Kegiatan yang berlangsung selama lebih kurang dua jam tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat dan para kepala desa di Kecamatan Ile Ape.

Pada tahun 2017 Desa Napasabok masuk kategori zona merah malaria. Hal ini mendapat perhatian serius dari Yayasan Papa Miskin yang  bekerja sama dengan Lembaga Perdakhi Lembata sebagai mitranya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria sebagai leading sector programnya.

Desa Napasabok di tahun 2020 berhasil merilis capaian maksimal sebagai desa bebas malaria dengan presentasi menembus 0.0% (zero malaria) atau dengan kata lain desa yang bebas malaria.

"Kondisi Desa Napasabok pada tahun 2017 sangat riskan jika kita lihat dari sisi presentasi masyarakat yang menderita malaria. Akan tetapi berangsur membaik setiap tahunnya. Dan puncaknya di tahun 2020 kita boleh katakan sukses," ungkap Pengawas Perdakhi Lembata Frans So, SVD.

Dia mengatakan ada beberapa desa yang tersebar di sembilan kecamatan yang menjadi desa binaan dari lembaga/yayasan ini, sebagai contoh Desa Ile Kimok di Kecamatan Atadei, Desa Warawatung di Kecamatan Nagawutung, Desa Tapobali di Kecamatan Lebatukan. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero mengatakan terkait kondisi dimaksud DPRD melalui komisi tiga telah mengakomodasi kepentingan itu dan sudah dimasukan dalam perda inisiatif tentang Penanggulangan dan Pencegahan Malaria.

Wabup Langoday mengapresiasi deklarasi bebas malaria di Desa Napasabok karena turut serta mendukung program pemerintah daerah Kabupatan Lembata yang termaktum di dalam RPJMD Lembata yakni Zero ATM (Nol AIDS, Nol TBC dan Nol MALARIA). 

Dia juga bersimpati kepada pemerintah desa, kedua lembaga swasta tersebut dan juga partisipasi masyarakat desa setempat atas inovasi dan partisipasi yang luar biasa untuk upaya mencegah atau menanggulangi penyakit malaria sehingga Desa Napasabok menjadi satu-satunya desa di Lembata yang pertama kali mendeklarasikan diri sebagai Desa Bebas Malaria.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved