Begini Cara Samsudin Basmi Ulat Grayak yang Serang Tanaman Jagung

Ulat Grayak memang menjadi momok menakutkan bagi petani Jagung jika tidak diantisipasi dan harus diperhatikan sebelum jagung ditanam.

Begini Cara Samsudin Basmi Ulat Grayak yang Serang Tanaman Jagung
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Samsudin (46) saat berada dikebunnya di Kelurahan Danga Mbay Kabupaten Nagekeo, Senin (17/2/2020). 

Begini Cara Samsudin Basmi Ulat Grayak yang Serang Tanaman Jagung

POS-KUPANG.COM | MBAY --Samsudin (46) merupakan seorang petani Jagung di Tanah Kering Gang 11 Kelurahan Danga Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo.

Samsudin mengolah lahan sekitar 75 area untuk tanam Jagung dan sayur-sayuran di lahan yang ia sewa.

Samsudin mengaku tanaman Jagung miliknya tidak luput dari serangan hama Ulat Grayak.

Ulat Grayak memang menjadi momok menakutkan bagi petani Jagung jika tidak diantisipasi dan harus diperhatikan sebelum jagung ditanam.

"Saya punya jagung juga kena serangan ulat. Tapi gampang saja caranya. Beli obat basmi ulat yang mahal di toko. Kalau obat yang mahal kualitasnya bagus. Saya sudah antisipasi sejak sebelum tanam. Rutin semprot," ungkap Samsudin, Selasa (18/2/2020).

"Kita tanam Jagung manis satu tahun tiga kali. Karena usianya hanya 70-80 hari. Suhu udara dan tanah subur sangat bisa adaptasi.
Hujan intensitas rendah, panas ini akan kena ulat grayak," tambah Samsudin.

Ia mengaku tanam Jagung Hibrida untuk pakan ayam. Sedangkan tanaman lainnya adalah sayur-sayuran.

Harus fokus dan rawat sejak mulai ditanam. Jangan dibiarkan begitu saja. Bersihkan rumput dan harus kerja maksimal.

"Kalau Jagung Hibrida, sampai berbulan-bulan. Kerja siram, campur pupuk. Saya beli obat untuk basmi hama. Kalau habis tanam dan biarkan begitu saja pasti hama serang. Harus rawat, rumput dibabat," ujar dia.

Jaga Kedaulatan NKRI, TNI dan Brimob Lakukan Patroli Bersama, Lihat Aksi Mereka

Jangan Dianggap Sepele, Penyakit Jantung Bisa Menyerang Siapa Saja

Lanjut Samsudin, saat ini memang sangat mengusik dan merusak pucuk Jagung. Suhu udara dan rendahnya intensitas hujan kemungkinan menjadi faktor penyebabnya.

"Mungkin karena panas. Saya kena juga, kita semprot. Kalau sudah agak tinggi sudah tidak serang. Kalau umur 10 hari kita semprot obat, supaya hama mati dan kekebalannya tanaman Jagung bagus, hujan juga jarang. Kita setengah mati," ujar dia.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved