Opini Pos Kupang

Meruntuhkan Stigma Ketertinggalan

Mari membaca dan simak Opini Pos Kupang berjudul: meruntuhkan stigma ketertinggalan

Meruntuhkan Stigma Ketertinggalan
Dok
Logo Pos Kupang

"Ketika melewati pendidikan SMP, SMA, apa cita-cita dan mimpi saya? What I should be? What I must be? Saya merambah Ibu Kota Negara untuk meraih cita-cita, menggeluti berbagai bidang kehidupan kemasyarakatan yang rentan kekerasan, usaha taksi, membina keluarga dan akhirnya terjun di dunia politik. Beberapa kali saya terpental dan akrab dengan akronim `gaul' alias gagal ulang-ulang. Saya bangkit dan bangkit lagi sampai mimpi itu terwujud: menjadi gubernur NTT; pemimpin lima juta jiwa yang tersebar di berbagai desa, dusun, kampung di bumi Flobamora," kata Laiskodat (bdk. Petrus Salu SVD: Dunia Tak Selebar Daun Kelor; Penerbit Ikan Paus, 2019).

Kedua, dalam berbagai kesempatan menyambangi masyarakat di sejumlah kabupaten Gubernur Laiskodat bicara bahkan pidato dengan nada suara yang kerap dianggap kasar namun sesungguhnya merupakan bentuk protes atas plesetan-plesetan tak produktif di atas untuk memastikan bahwa NTT adalah provinsi yang kaya raya namun belum mendapat sentuhan pembangunan maksimal dan proporsional melalui APBN saban tahun anggaran.

Manusia NTT adalah kelompok cerdas yang juga memiliki kontribusi besar dalam pawai pembangunan nasional yang juga perlu diperhatikan serius. Oleh karena itu, masyarakatnya pun perlu terus-menerus didorong, dimotivasi agar memiliki rasa percaya diri yang kuat untuk ikut ambil bagian memajukan daerahnya dengan kemampuan keuangan dan sumber daya alam yang dimiliki.

"Gubernur sangat anti dengan kemapanan, kelambanan, kemalasan, kebodohan, dan korupsi yang menjadi penyebab berbagai masalah di NTT. Misalnya, tingginya angka kemiskinan, rendahnya pendapatan per kapita, rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan, tingginya angka stunting, dan sebagainya.

Karena itu, ia tak henti-hentinya mendorong semua pihak yang bertanggungjawab langsung dengan kebijakan pembangunan NTT untuk membuat terobosan-terobosan baru yang inovatif dan memiliki nilai kebaruan," kata Dr Jelamu Ardu Marius, M.Si, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT (bdk. Valeri Guru & Sam Babys: NTT Gerbang Selatan Indonesia;2019).

Pada 17 Februari 2020, Gubernur Laiskodat merayakan HUT ke-54. Tentu selain mengucap Syukur atas kebaikan Tuhan, lebih dari itu adalah awal yang baik meniatkan diri bersama masyarakat meruntuhkan plesetan-plesetan negatif; setia bekerja keras mewujudkan visi-misi besar: NTT Bangkit, NTT Sejahtera.(*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved