News

Bupati Stef Bria Seran Marah Kalau Korban Bencana Puting Beliung Diberi Periuk, Ini Penyebabnya

Pola penanganan bencana alam yang dilakukan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), tidak terburu-buru.

Bupati Stef Bria Seran Marah Kalau Korban Bencana  Puting Beliung Diberi Periuk, Ini Penyebabnya
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Rumah warga di Desa Railor dan Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka rusak diterpa angin puting beliung, Senin (10/2/2020) sore. 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Teni Jenahas

POS KUPANG, COM, BETUN -Pola penanganan bencana alam yang dilakukan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), tidak terburu-buru. Penanganan harus benar-benar memenuhi kebutuhan utama para korban bencana.

Sama seperti yang dilakukan Pemkab Malaka terhadap korban bencana angin puting beliung yang memporakporandakan 45 rumah warga dan beberapa fasilitas umum di Desa Railor Tahak dan Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah.

Dalam bencana tersebut, Pemkab Malaka mengutamakan pembangunan dan memperbaiki rumah para korban bencana, ketimbang memberikan bantuan lainnya. Apalagi bantuan seperti peralatan dapur sangat tidak cocok diberikan kepada korban bencana angin puting beliung.

"Beliau (Bupati Malaka, Red) marah kalau bencana seperti ini kita bantu periuk, tacu dan panci. Itu beliau marah. Karena ini bukan bencana seperti banjir dan rumah terbakar. Ini kan angin puting beliung yang kaitan langsung dengan perumahan warga. Jadi, bangun rumah itu yang kita prioritaskan," ujar Sekda
Malaka, Donatus Bere, saat ditemui Kamis (13/2).

Menurut Donatus, bencana yang terjadi di Malaka adalah angin puting beliung hingga merusak bangunan rumah warga. Untuk itu, penanganan yang paling utama dari pemerintah adalah membangun dan memperbaiki seluruh rumah korban bencana, bukan membantu peralatan dapur seperti yang sudah diberikan kepada warga saat itu. Informasinya, bantuan peralatan dapur ini berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana NTT.

Lanjut Donatus, pemerintah sudah mendata semua rumah-rumah warga yang rusak dan menghitung kerugian bangunan yang dialami warga. Dari penghitungan tersebut akan ditindaklanjuti pemerintah dengan memberikan bantuan.

Prioritas bantuan yang diberikan Pemkab Malaka adalah memperbaiki kembali seluruh rumah warga yang rusak. Sebab, yang dibutuhkan korban bencana saat ini adalah rumah tinggal, bukan peralatan dapur.

Donatus mengatakan, pekan depan, pemerintah sudah mulai eksen di lapangan. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk memperbaiki rumah warga.

"Untuk bangunan, uang ada. Kita tidak usah khawatir. Pemerintah akan membantu masyarakat. Hanya saja dimohon bersabar karena mengeluarkan uang negera dibutuhkan administrasi yang benar," pinta Donatus.

Terkait dengan bantuan beras, Donatus mengaku, pemerintah sudah mengajukan bantuan beras cadangan pemerintah untuk diberikan kepada korban bencana. Pemerintah mengusulkan sekitara empat ton.

Lagi-lagi kata Donatus, bantuan beras bukan yang utama, karena ia yakin para korban bencana masih memiliki stok pangan. Bantuan utama yang diberikan pemerintah adalah rumah tinggal sehingga para korban bencana bisa kembali tinggal dengan nyaman di rumahnya sendiri.

Sejumlah korban bencana di Desa Railor Tahak, Ibu Theresia, Meliana Abuk dan Eta kono mengaku senang bila pemerintah memberikan bantuan memperbaiki rumah mereka yang sudah rusak.

"Saat ini kami tinggal tahan di rumah-rumah kecil yang tidak rusak," ujar Theresia diamini warga lainnya.

Mereka mengaku, saat ini tim terpadu dari pemerintah masih  membantu warga untuk membersihkan material rumah yang rusak serta membersihkan pohon-pohon sekitar rumah yang tumbang akibat angin. *

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved