News

Astaga, Gara-gara Sering Nonton Video Porno, Pria Ini Lampiaskan Nafsunya Cabuli Bocah SD Lima Kali

GSM (14) nekat mencabuli siswi sekolah dasar (SD), JA (9), di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan.

Shutterstock
lustrasi korban pencabulan 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Romualdus Pius

POS KUPANG, COM, ENDE -Gara-gara sering menonton video porno di handphone (HP), GSM (14) nekat mencabuli siswi sekolah dasar (SD), JA (9), di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan.

Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius, yang dikonfirmasi melalui Kanit PPA Sat Reskrim, Aiptu Pua, dan atas izin Kanit PPA, Bripda Intan Fardila K Dean selaku Banit Sat Reskrim Unit PPA, Kamis (13/2), mengatakan kasus pencabulan itu terungkap pada 21 Januari 2020.

Bripda Intan mengatakan, saat itu pelaku GSM yang adalah tetangga korban, sesuai dengan keterangan yang dihimpun polisi, menarik tangan korban dan dibawa ke pos ronda. Namun aksi tarik menarik antara korban dan pelaku diperogoki warga lain yang lantas mengikutinya sampai di pos ronda.

"Saat itu kondisi sudah malam sehingga tetangga yang melihat aksi tarik menarik antara korban dan pelaku menggunakan senter menuju ke pos ronda," tutur Bripda Intan.

Melihat ada yang datang menggunakan senter, katanya, pelaku lantas melarikan diri dan korban pulang ke rumahnya. Tetangga yang mendatangi lokasi lalu pergi ke rumah korban dan meminta kepada orangtua korban untuk menanyakan kepada korban karena mereka khawatir terjadi sesuatu dengan korban.

Pada saat ditanya korban lantas mengaku bahwa dia dicabuli oleh pelaku GSM.

"Orangtua korban yang tidak terima anaknya menjadi korban pencabulan lalu melapor ke polisi dan polisi meringkus pelaku guna mempertangunggungjawabkan perbuatannya," terang Bripda Intan yang menyebut GSM mencabuli korban sebanyak lima kali.

Bripda Intan menyebut pertama kali GSM mencabuli JA di dermaga ikan di Kelurahan Paupanda. Aksi kedua terjadi di kapal fiber di pinggir pantai. Aksi ketiga di gudang kapur, keempat di kamar mandi korban. Aksi kelima terjadi di pos ronda.

"Semuanya aksi pencabulan terjadi di wilayah Kelurahan Paupanda, berdekatan dengan rumah korban," ujar Bripda Intan.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved