Timsus Polda NTT Ungkap Kasus Pembunuhan Kontraktor, Pengamat Kepolisian : Harus Diapresiasi

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil mengungkap kasus pembunuhan gelap yang terjadi pada tahun 2016.

Timsus Polda NTT Ungkap Kasus Pembunuhan Kontraktor, Pengamat Kepolisian : Harus Diapresiasi
ISTIMEWA
Pengamat Kepolisian, Ali Antonius SH 

Timsus Polda NTT Ungkap Kasus Pembunuhan Kontraktor Tahun 2016, Pengamat Kepolisian : Harus Diapresiasi 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil mengungkap kasus pembunuhan gelap yang terjadi pada tahun 2016. 

Pembunuhan yang terjadi pada tahun  2016 itu diketahui setelah jasad Yornimus  Nenabu (48) ditemukan tewas mengenaskan di dalam jurang Jalur 40, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada pada Rabu (29/6/2016) dini hari setelah sehari sebelumnya meninggalkan rumah. 

Pengungkapan kasus pembunuhan gelap yang menewaskan kontraktor asal Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tersebut dilakukan tim khusus bentukan Kapolda NTT yang dipimpin AKBP Albert Neno. 

Tim khusus tersebut membekuk empat terduga pelaku masing-masing berinisial BP (52), ST (50), SN (49) dan MT (48) di kediaman masing-masing di wilayah RT 10/RW 10 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Rabu (12/2/2020) petang hingga malam hari.

Sementara itu, satu terduga paku lainnya berinisial TT (61) memilih menyerahkan diri di Mapolda NTT pada Kamis (13/2/2020) dan satu terduga lainnya sedang dalam perburuan polisi. 

Pengamat kepolisian, Ali Antonius SH ketika diwawancarai POS-KUPANG.COM pada Jumat (14/2/2020) mengatakan, proses pengungkapan pembunuhan gelap oleh tim Polda NTT itu harus diapresiasi. Pembunuhan gelap, katanya, bukanlah peristiwa yang mudah karena biasanya dilakukan secara terencana dengan upaya-upaya penghilangan barang bukti oleh para pelakunya. 

"Pengungkapan Itu hal baik yang harus diapresiasi, karena itu bukan hal yang mudah, itu sebuah prestasi, bukan karena lamanya ya, " katanya. 

Meskipun pembunuhan tersebut baru terungkap setelah empat tahun, namun sepanjang kasus itu belum memasuki masa kadaluarsa hal tersebut positif dan sah sah saja. Jika telah memasuki masa kadaluarsa, katanya, barulah dipersoalkan. 

Namun demikian, ia mengingatkan agar pengungkapan itu benar-benar profesional dengan pendekatan hukum yang tepat. Karena, dalam kasus kasus pembunuhan gelap, biasanya para pelaku telah merencanakan dengan matang termasuk upaya upaya penghilangan jejak. 

Bacok Tukang Ojek di Kupang Hingga Bersimbah Darah, Ini Ancaman Hukuman Terhadap Pelaku

Wajib Kepo Guys, Yuk ! Cegah Kanker Dengan 12 Makanan Alami Ini

"Harapan kita bahwa upaya itu benar benar berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan meyakinkan, jangan sampai salah tangkap orang atau salah tuduh orang," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong ) 

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved