Potret Toleransi Antar Umat Beragama Saat Acara Pesparani Perdana Tingkat Kabupaten Nagekeo

Karena kita ini saudara, tidak boleh membeda-bedakan. Kita satu nusa satu bangsa bertanah air satu yaitu Indonesia

Potret Toleransi Antar Umat Beragama Saat Acara Pesparani Perdana Tingkat Kabupaten Nagekeo
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Siswi Muslim saat memberikan pengalungan acara Pesparani di Penginanga Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Jumat (14/2/2020). 

Potret Toleransi Antar Umat Beragama Saat Acara Pesparani Perdana Tingkat Kabupaten Nagekeo

POS-KUPANG.COM | MBAY --Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) ke-1 Tingkat Kabupaten Nagekeo resmi digelar.

Lomba tersebut digelar sejak Jumat (14/2/2020) hingga Minggu (16/2/2020) bertempat di Gereja dan Aula St. Maria Dolorosa Penginanga Paroki Stella Maris Danga di Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa.

Acara pembukaan diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vinsentius Sensi Potokota Pr.

Sebelum misa dimulai, rombongan diterima secara adat di Penginanga sebelum masuk ke gereja. Setidaknya ada enam kecamatan menjadi peserta dalam Pesparani perdana ini.

Enam utusan itu dari Kecamatan Aesesa, Boawae, Keotengah, Mauponggo, Wolowae, Nangaroro. Sedangkan yang tidak ikut adalah kecamatan Aesesa Selatan.

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, Wabup Marianus Waja, ketua DPRD Nagekeo, Seli Ajo, Yang Mulia Uskup Sensi serta rombongan tiba di lapangan Pancasila Penginanga sekitar pukul 16.25 Wita.

Selanjutnya mereka diterima secara adat khas Nagekeo ungkapan selamat datang (Bea Sa).

Namun ada yang menarik sebelum seorang tua adat menyampaikan Bea Sa. Yang Mulia Uskup Sensi, Bupati Don dan enam orang Camat diberi pengalungan.

Pengalungan dilakukan oleh dua orang siswi beragama Muslim dan satu orang siswi beragama Kristen.

Halaman
1234
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved